drberita.id -Puluhan massa dari Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Kabupaten Asahan menggeruduk Kantor PTPN IV Regional II Jalan Letjen Suprapto, Kota Medan, pada Selasa 9 Juni 2026.Massa mendesak Regional Head memeriksa vendor di Kebun Mandoge, Kebun Air Batu dan Kebun Tinjowan.
Vendor yang diminta PMPRI untuk diperiksa kabarnya mendapatkan 8 hingga 10 paket berbau korupsi kolusi dan nepotisne (KKN) di Kebun Mandoge, Kebun Air Batu, dan Kebun Tinjowan.
"Kami meminta dan mendesak PalmCO (Sub-Holding BUMN) yang di Jakarta Pusat, agar tidak langsung melakukan pengkondisian vendor vendor yang akan mengerjakan proyek replanting maupun penanaman pohon yang kami anggap terindikasi KKN dan gratifikasi," ujar Ketua DPC LSM PMPRI Asahan, Hendra Syahputra.
Dalam orasinya, Hendra juga mendesak PalmCO Pusat untuk membatalkan sistem penunjukan langsung proyek tahun 2026. Menjadikan kembali proyek tender PTPN IV Regional II menjadi sistem pengadaan dan tender (E-Procurement).
"Kami minta seluruh proses tender dan pengadaan proyek dibuka secara online melalui platform resmi PTPN IV. Demi lelang yang dilakukan secara transparan, dimana penyedia bersaing melalui penawaran harga dan pemenuhan spesifikasi teknis," kata Hendra.
"Kami juga minta Kasubbag Ali Rabani untuk hadir menjelaskan kepada kami, kalau menggunakan sistem PL. Tidak ada kesempatan bagi vendor baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidang tanaman ulang di PTPN IV," sambung Korlap Donny Alfan.
Setelah beberapa lama melakukan orasi secara bergantian di depan Kantor Region Head PTPN IV. Akhirnya pendemo yang datang jauh jauh dari Kabupaten Asahan diterima oleh Humas RH PTPN IV, S. Tampubolon.
Dalam jawabannya, Tampubolon meminta pendemo untuk memberikan data perusahaan yang mengerjakan proyek yang di PL kan. Dan vendor yang memiliki 8 hingga 10 paket.
"Jika ada data data nama perusahaan vendor yang mengerjakan paket proyek PL 8 hingga 10 paket. Mohon kawan kawan untuk menyerahkan ke kami. Agar kami evaluasi," tegas Tampubolon.
Setelah mendengar jawaban dariTampubolon, massa DPC LSM PMPRI Asahan membubarkan diri dengan pengawalan ketat anggota Polrestabes Medan.