drberita.id | Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari Sinik yang juga pengamat sosial politik dan korupsi menyayangkan kasus suap Walikota Tanjungbalai M. Syahrial menyeret nama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.
Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang mengait-ngaitkan kasus korupsi ini dengan melibatkan Ketua DPD Partai Golkar Sumut tersebut.
Tiba di Palu, AHY Ziarah ke Makam Guru Tua dan Silaturahmi ke Habib Saggaf Aljufri
"Saya meminta agar KPK serius membongkar oknum-oknum yang terlibat kasus suap Walikota Tanjungbalai, sebab tidak menutup kemungkinan keterlibatan orang-orang tertentu dalam kasus ini," ungkap Azhari Sinik dalam pernyataannya, Senin 26 April 2021.
Azhari juga menegaskan, bahwa sudah beredar nama-nama orang yang terkait kasus Walikota Tanjungbalai ke Penyidik KPK dari Polri AKP Stefanus Robin Pattuju melalui pengacara Maskur Husein.
[br]
Namun disayangkan, lanjut Azhari, adanya oknum tertentu yang mencoba membangun opini Musa Rajekshah terlibat dalam pertemuan tersangka M. Syahrial dengan tersangka AKP SRP yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin di rumah dinas.
"Ada apa ini sampai Wakil Ketua DPR RI memfasilitasi pertemuan tersebut dan ada pula membangun opini keterlibatan Musa Rajekshah dalam pertemuan tersebut," ungkap Azhari.
Direktur Keuangan PDAM Bungkam Soal Pemotongan Uang Makan Pegawai Yang Positif Covid-19
"Hal ini juga sudah diaminkan juru bicara KPK Ali Fikri tanpa ada menyebutkan Musa Rajekshah, Jumat 23 April 2021, bahwa dalam pertemuan tersebut, jelasnya AS memperkenalkan SRP dengan MS, sebab MS diduga memiliki permasalahan terkait penyidikan dugaan korupsi di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK. Hal ini agar tidak naik ke tahap penyidikan, dan meminta SRP dapat membantu supaya permaslahan penyelidikan tersebut untuk tidak ditindaklanjuti," tegas Azhari.
Ali Fikri juga memastikan bahwa perkara penyuapan tersangka Walikota Tanjungbalai M. Syahrial ke AKP SRP yang mencapai Rp 1,5 miliar melalui pengacara Maskur Husein sudah terjadi sejak 2020.
[br]
"Perlu diketahui bahwa pertemuan pertama pada bulan Oktober 2020, SRP dan MS terjadi di rumah dinas Wakil Katua DPR RI Aziz Syamsuddin di wilayah Jakarta Selatan, dan Aziz Syamsuddin lah yang memperkenalkan SRP dan MS bukan Musa Rajekshah, terkait dengan kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK," ujar Azhari.
Anehnya, kata Azhari, ada upaya tertentu untuk merekayasa dengan membangun opini melalui media, keterlibatan Musa Rajekshah selaku Wagubsu dan Ketua DPD Golkar Sumut.
Adik Gubsu, Kombes Zulfikar Tarius Meninggal Dunia
"Upaya penggiringan opini itu saya perhatikan aneh saja dan lucu. Apakah karena Musa Rajekshah punya kedekatan dengan MS selaku Walikota dan juga Ketua Golkar Tanjungbalai," ujar Azhari.