Pemberantasan Korupsi

ICAC Hongkong Gelar Pelatihan Investigasi Keuangan di KPK

Pertajam Kapabilitas Pemberantasan Korupsi
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202307/_1711_ICAC-Hongkong-Gelar-Pelatihan-Investigasi-Keuangan-di-KPK.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Senior Investigator of Operations Departement ICAC Hong Kong, Joan Wong.
drberita.id -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kapasitas diri dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Melalui kegiatan Financial Investigation Specialized Training, KPK mengundang Independent Commission Against Corruption (ICAC) Hong Kong, China, untuk berbagi praktik baik pemberantasan korupsi di masing masing negara.

Plt. Deputi Informasi dan Data Eko Marjono menjelaskan pelatihan ini akan membahas banyak hal dengan poin utamanya adalah investigasi keuangan khusus. Pada tahun 2019, KPK telah membentuk Forensic Accounting (FA) Unit untuk membantu penyidik dalam penanganan tindak pidana korupsi—khususnya mendorong upaya pemulihan aset (asset recovery).

"KPK banyak menghadapi kasus finansial yang melibatkan korporasi dan perorangan. Pengalaman dari ICAC Hong Kong akan bermanfaat kepada pelaksanaan tugas KPK. Bukan hanya capacity building, kegiatan ini juga bisa diperluas dengan joint investigation terkait dengan asset recovery," kata Eko di Auditorium Randy-Yusuf, Gedung ACLC, KPK, Selasa 11 Juli 2023.

Untuk dapat memberikan analisis yang akurat dan efisien, unit FA menggunakan teknologi machine learning untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus. Oleh karena itu, pada saat yang sama kebutuhan untuk mengembangkan kompetensi analis dalam menggunakan pembelajaran mesin sangat penting untuk mendukung pekerjaan analisis data dalam jumlah besar.

Eko berharap, para peserta pelatihan seperti Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum bisa meningkatkan kapasitas analisis akuntansi forensik. Juga bisa mempelajari proses analisis yang meliputi pengumpulan informasi dan data, integrasi, evaluasi, analisis, serta membangun dan mengembangkan sistem yang memadai di ICAC Hong Kong.

"Untuk belajar dari pengalaman ICAC Hong Kong dalam menangani berbagai kasus penipuan/korupsi profil tinggi yang melibatkan perusahaan dan juga penggunaan pembelajaran mesin untuk menangani kasus-kasus ini," ujarnya.

ICAC Hongkong Juga Usung Strategi Trisula

Dalam upaya memberantas korupsi, baik KPK maupun ICAC Hong Kong memiliki strategi yang sama yaitu melalui pendekatan Trisula Pemberantasan Korupsi. Yaitu, pemberantasan korupsi tidak hanya mengedepankan upaya penindakan namun juga terfokus pada upaya pendidikan masyarakat dan pencegahan sistem.

Senior Investigator of Operations Departement ICAC Hong Kong, Joan Wong berujar sejak didirikan pada tahun 1974, ICAC telah menganut tiga pendekatan yaitu penegakan hukum yang kuat, pencegahan sistemik, dan pendidikan masyarakat secara komprehensif dalam upaya memerangi korupsi. Melalui pendekatan tersebut ICAC berhasil menangani mulai dari gejala maupun akar penyebab korupsi.

Bersamaan dengan penegakan hukum, ICAC memberikan penekanan yang sama pada pencegahan sistem dan pendidikan publik untuk mempertahankan budaya integritas di masyarakat sehingga menghilangkan korupsi dari tempat berkembang biaknya. Melalui pendekatan 'etika untuk semua' di mana kemitraan dibentuk dengan sektor publik dan swasta, ICAC membantu memperkuat kapasitas pencegahan korupsi dan menyebarkan pesan antikorupsi ke seluruh masyarakat.

"ICAC dibentuk dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang kejahatan korupsi serta menggalang dukungan publik dalam pemberantasan korupsi," tukasnya.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis 13 Juli 2023. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Jaksa, Penyidik, petugas dari Direktorat Labuksi, petugas dari Laboratorium Barang Bukti Elektronik, petugas Unit Analis Pemrosesan Informasi, petugas Unit Akuntansi Forensik, dan petugas dari Direktorat Pembinaan Jejaring Komisi dan Lembaga.

Materi yang didiskusikan selama tiga hari ke depan adalah Perencanaan Investigasi di ICAC, Proses Investigasi, dan Studi Kasus Penyidikan Kasus Korupsi. Forensic Accountant ICAC Hong Kong Natalie Li juga akan menjadi pembicara dalam kegiatan kali ini.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kerah Putih

KPK Diminta Ungkap Dugaan Suap Proyek BRT Kota Medan dari World Bank

Kerah Putih

KPK Periksa Pejabat Pemko Medan Terkait Uang Sitaan dari Rumah Topan Ginting

Kerah Putih

Pendidikan Indonesia Dalam Lingkaran Korupsi: KPK dan Kejagung Awasi SPMB dan Uang Sekolah

Kerah Putih

Pemprov Sumut Kembali Anggarkan Rp.238 Miliar Untuk Proyek Jalan di Paluta Yang Pernah OTT KPK Awal 2025

Kerah Putih

Harta Kekayaan Walikota Medan Jadi Sorotan, GPA Minta KPK dan Kejaksaan Agung Periksa LHKPN Rico Waas

Kerah Putih

8 Potensi Korupsi MBG Versi KPK