Pejabat Korup

DPRD Sumut Tak Berdaya Hadapi Proyek Rp 2,7T Bermasalah

Harus Diusut Tuntas Dugaan Suap dan Korupsinya
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202305/_1832_DPRD-Sumut-Tak-Berdaya-Hadapi-Proyek-Rp-2-7T-Bermasalah.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Gedung DPRD Sumut.
drberita.id -DPRD Provinsi Sumatera Utara tak berdaya menghadapi proyek Rp 2,7 triliun yang bermasalah. Hanya segelintir anggota dewan dari 100 orang yang berani angkat bicara.

Padahal proyek tanpa payung hukum tersebut kini menjadi perhatian publik hingga meluas ke Jakarta.

Ketua Umum Masyarakat Garuda Sumatera Utara (Margasu) Hasanul Arifin Rambe SPd, SH mengatakan proyek Rp 2,7 triliun yang bermasalah tersebut harus diusut tuntas dugaan suap dan korupsinya.

"Jaksa dan KPK kami dipersilahkan memeriksa 100 anggota DPRD Sumut itu. Kenapa mereka diam? kan ada fungsi pengawasannya. Apakah sudah aman atau cari aman. Nanti pasti ketahuan siapa saja yang sudah aman atau yang mencari aman, jika diperiksa Jaksa atau KPK," ungkap Hasanul Arifin Rambe, Selasa 31 Mei 2023.

Proyek multi years rancang bangun jalan dan jembatan Sumatera Utara senilai Rp 2,7 triliun yang bermasalah tanpa payung hukum itu telah memicu kegaduhan sosial di tengah masyarakat Sumut.

Mulai putus kontrak, subkon gagal bayar, dan pembebasan tugas Kepala Dinas PUPR Bambang Pardede, menjadi bukti proyek multi years itu bermasalah tidak ada tertulis dalam APBD Sumut 2022. Hanya bermodalkan MoU Gubsu Edy Rahmayadi dengan 2 pimpinan DPRD Sumut Baskami Ginting dan Rahmansyah Sibarani.

"Aneh memang DPRD Sumut tidak bulat suaranya mengawasi proyek bermasalah itu. Apa sudah ada bagian yang didapat oleh para anggota dewan itu dari Rp 2,7 triliun, sehingga fungsi pengawasan mereka hilang. Jika ada terima, Jaksa dan KPK bisa periksa mereka semua. Biar terungkap siapa saja yang mendapat bagian, dan siapa pula yang menolak bagian," tegas Hasanul Rambe.

Margasu, kata Hasanul, akan melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Sumut untuk mendukung Jaksa dan KPK memeriksa 100 wakil rakyat Sumatera Utara tersebut.

"Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan aksi damai di rumah rakyat itu, kita mau tahu siapa saja wakil rakyat Sumut itu yang menerima aksi kita. Kita juga melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Jaksa dan KPK, agar mengetahui aksi yang kita lakukan untuk mendukung pengungkapan kasus adanya dugaan suap dan korupsi pada proyek Rp 2,7T yang bermasalah itu," kata Hasanul.

Selain 100 anggota DPRD Sumut, kata Hasanul, Margasu juga meminta Jaksa dan KPK memeriksa 17 orang yang terlibat langsung dengan proyek Rp 2,7 triliun yang bermasalah tersebut.

"Kan sudah ada laporan 17 nama orang yang terlibat dalam proyek bermasalah itu ke KPK, segerakan pemeriksaan mereka semua. Masyarakat Sumut meminta kepastian hukum dari proyek Rp 2,7 triliun yang bermasalah itu," tandas Hanasul Arifin Rambe.

Penulis
: admin
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kerah Putih

Keributan Halalbihalal KAMMI di Kantor Gubsu Berujung Laporan ke Polisi, Anggota DPRD Sumut Terlibat

Kerah Putih

Demo Tolak Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tak Diterge 100 Anggota DPRD Sumut

Kerah Putih

Kader Partai Golkar Aksi Tunggal di Kantor DPP Jakarta dan Gedung DPR RI Minta Evaluasi Ketua DPRD Sumut

Kerah Putih

Buruh Batal Demo ke Polda dan Kantor Gubsu, Fokus ke DPRD Sumut

Kerah Putih

Ribuan Buruh 28 Agustus Akan Demo Kantor Gubsu, Polda, dan DPRD Sumut

Kerah Putih

Azhari Sinik: Partai Golkar Bisa Berhentikan Erni Sitorus dari Ketua DPRD Sumut