drberita.id -Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota
Medan menyiapkan 114 paket kegiatan Penunjukan Langsung (PL) pada tahun 2026. Sedangkan paket kegiatan yang ditenderkan hanya 77 paket.
Dari data yang diperoleh DRberita, Kamis 25 Juni 2026, total paket kegiatan Dinas SDABMBK Kota Medan sebanyak 446 paket di APBD.
Dari keseluruhan paket kegiatan yang dikerjakan Dinas SDABMBK Kota Medan pada tahun 2026, sebanyak 245 paket lainnya melalui proses ePurchasing, dan 1 paket dikecualikan.
Dinas SDABMBK Kota Medan menyiapkan 446 paket kegiatan dengan total anggaran Rp.830,80 miliar.
114 paket kegiatan PL yang disiapkan Dinas SDABMBK Kota Medan pun berpotensi menjadi ajang korupsi bagi-bagi untuk mengamankan kelompok masyarakat dan mahasiswa yang mengkritisi.
Hal itu tidak dipungkiri Andi, salah satu kontraktor yang berseberangan dengan kelompok pendukung Rico Waas di Pilkada Kota Medan. Andi mengatakan dirinya saat ini sulit mendapatkan kegiatan PL Dinas SDABMBK Kota Medan.
"Susah kita sekarang ini dapat kegiatan PL dari Dinas SDABMBK, dari kelompok pendukung walikota sekarang tidak terima sama kita main di situ. Mau mereka semua yang menguasai paket-paketnya. Kadisnya duduk manis saja dan terima bersih, yang penting aman dari hukum," ucap Andi.
Andi pun menyurigai 446 paket kegiatan Dinas SDABMBK Kota Medan nantinya tidak profesional prosesnya. Baik itu dari proses tenter hingga pelaksanaannya di lapangan.
Begitu juga dengan paket kegiatan PL dan ePurchasing yang disiapkan. Semua paket yang ada sudah diatur untuk siapa, dan mengamankan siapa. Serta ada uang di balik meja.
"Dosa besar mereka kalau prosesnya profesional. Tender dan ePurchasing sudah diatur. Sudah dibagi-bagi semunya agar aman. Yang ribut pasti dipanggil, kalau penegak hukum di Medan sudah rahasia umum," katanya.
Andi pun berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) lagi di Kota Medan. "Hanya si Bobby yang bisa aman. Kalau KPK mau, sekarang pun bisa ada OTT di Medan ini," tutupnya.