Tsani dan Giri Daftar Calon Pimpinan KPK

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir072019/7251_Tsani-dan-Giri-Daftar-Calon-Pimpinan-KPK.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
ilustrasi
Gedung Merah Putih KPK
DINAMIKARAKYAT - Dua pejabat dari internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mendaftar calon pimpinan (capim) untuk periode 2019-2014. Keduanya adalah Penasehat KPK Tsani Annafari serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Supradiono.Selain Tsani dan Giri, sebelumnya Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan juga telah mendaftar. Dan dua komisioner KPK juga kembali mendaftar. Namun belum diketahui nama kedua komisioner yang akan mendaftar.Tsani mengaku mendaftar untuk yang pertama kali. Dia mengatakan telah mendapatkan dukungan dari pimpinan KPK saat ini."Bentuk penghormatan saya terhadap aspirasi yang disampaikan kepada saya dari rekan-rekan pegawai, penasihat maupun pimpinan. Jadi saya ke sini sepengetahuan kelima pimpinan dan juga dorongan dari beliau-beliau," kata Tsani kepada para wartawan, Kamis 4 Juli 2019.Tsani mengaku mendaftar secara pribadi. Ia ingin fokus pada bidang pencegahan dan manajemen organisasi jika terpilih sebagai pimpinan KPK."Terutama kita ingin intensifkan penggunaan sistem informasi, kita perlu KPK ini makin matang sebagai organisasi, kita ingin jadi contoh juga misalnya pengelolaan KPK harus punya e-budgeting yang bagus, bisa ditiru oleh lembaga yang lain," ungkapnya.Sementara, Giri Supradiono sudah 14 tahun mengabdi di lembaga antirasuah itu. Giri mengaku ikut mendaftar karena ingin memberantas korupsi dari level terbawah, tak cuma pejabat."Banyak pejabat yang kena tapi kemudian banyak yang belum menyelesaikan korupsi yang di level bawah," kata Giri.Sama seperti Tsani, Giri juga mendaftar sebagai pribadi. Namun dia juga mendapat dukungan dari para pegawai internal KPK untuk ikut mendaftar. Secara umum, dalam makalah yang disertakan untuk mendaftar, Giri menyoroti sistem politik di Indonesia yang merupakan sumber utama praktik korupsi."Yang utama adalah kita harus memperbaiki politik itu. Politik ini berintegritas. Kalau politik ini murah kemudian insentif bagi pejabatnya bagus, tinggi dan yang terakhir adalah bahwa negara harus hadir dalam politik melalui pendanaan yang mencukupi," kata dia.Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyebut sampai pagi ini setidaknya 205 orang yang telah mendaftar. Mereka terdiri dari berbagai unsur.

"Pengacara 43 orang, akademisi 40 orang, swasta 20 orang, jaksa/hakim 13 orang, Polri 9 orang, auditor 3 orang. Sisanya berasal dari berbagai latar belakang," ungkapnya. (art/drc)

Editor
: admin
Sumber
: cnnindonesia.com

Tag:

Berita Terkait

Kerah Putih

8 Potensi Korupsi MBG Versi KPK

Kerah Putih

Kejari Tebingtinggi Tetapkan Hasbie Ashsiddiqi Jadi Tersangka Korupsi Lingkungan Hidup

Kerah Putih

Kejati Sumut: Status BW alias Baron Tunggu Hasil Persidangan Korupsi Smartbord Langkat

Kerah Putih

Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor

Kerah Putih

LHKPN KPK: Harta Kekayaan Kepala Dinas PUTR Tanjungbalai Naik Rp 4 Miliar

Kerah Putih

Dugaan Korupsi Bappeda Tebingtinggi Mandek di Polisi, Massa TTB Rencana Aksi