DINAMIKARAKYAT - Dua pejabat dari internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mendaftar calon pimpinan (capim) untuk periode 2019-2014. Keduanya adalah Penasehat KPK Tsani Annafari serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Supradiono.Selain Tsani dan Giri, sebelumnya Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan juga telah mendaftar. Dan dua komisioner KPK juga kembali mendaftar. Namun belum diketahui nama kedua komisioner yang akan mendaftar.Tsani mengaku mendaftar untuk yang pertama kali. Dia mengatakan telah mendapatkan dukungan dari pimpinan KPK saat ini."Bentuk penghormatan saya terhadap aspirasi yang disampaikan kepada saya dari rekan-rekan pegawai, penasihat maupun pimpinan. Jadi saya ke sini sepengetahuan kelima pimpinan dan juga dorongan dari beliau-beliau," kata Tsani kepada para wartawan, Kamis 4 Juli 2019.Tsani mengaku mendaftar secara pribadi. Ia ingin fokus pada bidang pencegahan dan manajemen organisasi jika terpilih sebagai pimpinan KPK."Terutama kita ingin intensifkan penggunaan sistem informasi, kita perlu KPK ini makin matang sebagai organisasi, kita ingin jadi contoh juga misalnya pengelolaan KPK harus punya e-budgeting yang bagus, bisa ditiru oleh lembaga yang lain," ungkapnya.Sementara, Giri Supradiono sudah 14 tahun mengabdi di lembaga antirasuah itu. Giri mengaku ikut mendaftar karena ingin memberantas korupsi dari level terbawah, tak cuma pejabat."Banyak pejabat yang kena tapi kemudian banyak yang belum menyelesaikan korupsi yang di level bawah," kata Giri.Sama seperti Tsani, Giri juga mendaftar sebagai pribadi. Namun dia juga mendapat dukungan dari para pegawai internal KPK untuk ikut mendaftar. Secara umum, dalam makalah yang disertakan untuk mendaftar, Giri menyoroti sistem politik di Indonesia yang merupakan sumber utama praktik korupsi."Yang utama adalah kita harus memperbaiki politik itu. Politik ini berintegritas. Kalau politik ini murah kemudian insentif bagi pejabatnya bagus, tinggi dan yang terakhir adalah bahwa negara harus hadir dalam politik melalui pendanaan yang mencukupi," kata dia.Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyebut sampai pagi ini setidaknya 205 orang yang telah mendaftar. Mereka terdiri dari berbagai unsur.
"Pengacara 43 orang, akademisi 40 orang, swasta 20 orang, jaksa/hakim 13 orang, Polri 9 orang, auditor 3 orang. Sisanya berasal dari berbagai latar belakang," ungkapnya. (art/drc)