DRberita | Kegiatan swakelola puluhan miliar di Dinas Kesehatan Asahan kini menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat. Ada dugaan kegiatan tersebut mejadi ajang korupsi berjemaah yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).Demikian disampaikan Komandan Satgas Forum Masyarakat Asahan (FMA) Kabupaten Asahan Awi Sakila dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis 31 Oktober 2019.Awi meminta Polda Sumut segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi pada kegiatan swakelola di Dinas Kesehatan Asahan."Kegiatan swakelola Dinas Kesehatan Asahan ini ada 290 kegiatan dengan total aloksi anggaran Rp 26.032.000.000 untuk tahun 2019. Kita berharap Polda Sumut mau mengusutnya dengan tuntas," katanya. Awi menduga korupsi kegiatan swakelola tersebut dikordinir langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Asahan Aris Yudhariansyah. "Jika kepala dinas (Aris Yudhariansyah) mendukung pengelolaan anggaran yang transparan, tolong jelaskan ke publik apa saja kegiatan swakelola yang dilaksanakan. Sejauh mana sudah progres kegiatan dan sudah berapa banyak anggaran yang terpakai dari jumlah total anggran Rp 26 miliar itu. Jangan hal ini jadi fitnah publik bagi masyarakat Asahan," serunya.Polda Sumut, kata Awi, bisa langsung melakukan penyelidikan kegiatan swakelola yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Asahan. Kegiatan swakelola itu sudah jelas tertulis dalam buku APBD, baik itu kegiatan langsung maupun tidak langsung. Anehnya, lanjut Awi, ada sejumlah kegiatan yang judulnya hampir mirip dengan tujuan kegiatan sama. Tidak itu saja, anggaran yang dipecah dengan bermacam judul kegiatan juga menambah dugaan korupsi semakin jelas terjadi.
"Makanya kita tantang Kadis Kesehatan Aris Yudhariansyah transparan untuk membeberkan. Kita juga meminta Polda Sumut menyelidiki dugaan korupsi ini jika memang terjadi. Jika terbukti, FMA sangat mendukung agar Polda Sumut menangkap siapa saja yang terlibat dalam korupsi kegiatan swakelola tersebut," tegasnya. (art/drc)