DINAMIKARAKYAT - Dugaan korupsi anggaran operasional dan pemeliharaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang, tahun 2017, kini menjadi sorotan Polda Sumut.Pasalnya, belasan massa dari Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Permak), Selasa 30 Juli 2019, mendatangi dan berorasi di depan gedung Mapolda Sumut, Jalan SM Raja Km. 17 Medan. Massa mendesak agar Polda Sumut segera memanggil dan memeriksa Dirut RDSU Deliserdang Hanif Fahri terkait dugaan korupsi tersebut."Kami datang menyampaikan dugaan korupsi RSUD Deliserdang, kami mau pihak tipikor Polda Sumut segera memanggil dan memeriksa Hanif Fahri," ujar Koordinator Aksi Reza Fahlefi.Massa menduga ada mark up yang terstruktur dan sistematis di RSUD Deliserdang, dalam penggunaan biaya operasional dan pemeliharaan pada APBD tahun 2017. Biaya tersebut sekira Rp 11.173.000.000."Ini nominal yang sangat fantastis dan diduga untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok dari jajaran Direksi RSUD Deliserdang," tegas Reza. Aksi massa yang berorasi depan gedung Mapolda Sumut akhirnya disambut Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan. Kepada massa, Nainggolan berjanji akan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa kepada pimpinan."Segala aspirasi dari masyarakat pasti diterima, aspirasi mahasiswa ini akan disampaikan kepada pimpinan," ucap Nainggolan.
Setelah aspirasinya diterima, puluhan massa LSM Permak selanjutnya membubarkan diri dengan tertib dari depan gedung Mapolda Sumut. (art/drc)