Korupsi Kereta Api

11 Jam Diperiksa, Saut Situmorang Optimis KPK Tetapkan Ketua Demokrat Sumut Tersangka

Aliran Dana Suap Sudah Diketahui
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202403/_9197_11-Jam-Diperiksa--Saut-Situmorang-Optimis-KPK-Tetapkan-Ketua-Demokrat-Sumut-Tersangka.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Saut Situmorang
drberita.id -Mantan pimpinan KPK Saut Situmorang optimis kasus korupsi jalur kereta api Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan tuntas dibongkar penyidik hingga semua yang terlibat ditetapkam menjadi tersangka.

"Jika kasus ini awalnya OTT, saya yakin penyidik bisa menyelesaikannya sampai tuntas. Tersangka dan ditahan, artinya ini akan tuntas. Yang terlibat dalam kasus itu pastinya jadi tersangka dan ditahan semuanya," ucap Saut Situmorang, Selasa 11 Maret 2024.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menatapkan dan menahan 10 tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi jalur kereta api Kemenhub tahun 2017-2018, di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Terakhir, KPK pada 27 Februari 2024, lalu memeriksa selama 11 jam mantan Kepala Satker proyek julur kereta api Muhammad Lokot Nasution (MLN) yang kini menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, dan juga caleg DPR RI dari Dapil Sumut 1, Medan, Deliserdang, Sergai, dan Tebingtinggi.

Saut Situmorang pun tak yakin Penyidik KPK bisa diintervensi oleh kekuatan dari manapun, dengan pemeriksaan selama 11 jam terhadap Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution.

"Tidak mungkin penyidik bisa dintervensi. Apalagi kasus itukan dari OTT. Pengembangan yang dilakukan penyidik sudah benar mereka lalukan saat ini. Kan hampir semuanya sudah ditahan mereka sebagai tersangka. Jika 11 jam diperiksa, itu sangat mungkin jadi tersangka," bebernya.

"Penyidik pasti sudah memiliki bukti kuat keterlibatannya. Sehingga pemeriksaan bisa sampai 11 jam seperti itu. Kan aliran dan suap yang dikejar penyidik, pasti ada pengakuan antara sesama mereka. Kita tunggu saja penetapannya (tersangka) nanti diumumkan KPK," tutup Saut Situmorang.

Diketahui, para tersangka terdiri atas empat pihak yang diduga sebagai pemberi suap, yakni Direktur PT. Istana Putra Agung (IPA) Dion Renato Sugiarto, Direktur PT. Dwifarita Fajarkharisma (DF) Muchamad Hikmat, Direktur PT. KA Manajemen Properti sampai Februari 2023 Yoseph Ibrahim, VP PT. KA Manajemen Properti Parjono, dan Direktur PT Bhakti Karya Utama, Asta Danika.

Enam tersangka lainnya diduga sebagai penerima suap dari PNS Kemenhub, yakni Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Tengah Putu Sumarjaya, pejabat pembuat komitmen (PPK) BTP Jawa Tengah Bernard Hasibuan, PPK BPKA Sulawesi Selatan Achmad Affandi0, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jawa Barat Syntho Pirjani Hutabarat.

Penulis
: admin
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kerah Putih

KPK Diminta Ungkap Dugaan Suap Proyek BRT Kota Medan dari World Bank

Kerah Putih

KPK Periksa Pejabat Pemko Medan Terkait Uang Sitaan dari Rumah Topan Ginting

Kerah Putih

Pendidikan Indonesia Dalam Lingkaran Korupsi: KPK dan Kejagung Awasi SPMB dan Uang Sekolah

Kerah Putih

Pemprov Sumut Kembali Anggarkan Rp.238 Miliar Untuk Proyek Jalan di Paluta Yang Pernah OTT KPK Awal 2025

Kerah Putih

Harta Kekayaan Walikota Medan Jadi Sorotan, GPA Minta KPK dan Kejaksaan Agung Periksa LHKPN Rico Waas

Kerah Putih

8 Potensi Korupsi MBG Versi KPK