drberita.id | Menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Kabupaten Batubara menggelar berbuka puasa bersama warga dan pemuka agama di Dusun Pematang Jernang, Desa Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Batubara, Sumut, Sabtu 16 Mei 2020.
Kegiatan bertajuk 'Doa untuk Keselamatan Masyarakat Batubara dan Bangsa Indonesia' ini juga dirangkai dengan pemberian bantuan beras dan kain sarung kepada Imam Sholat Taraweh, guru ngaji, pemuka agama, dan masyarakat sekitar.
Ketua Aswaja Batubara Jasmi Assayuti menyampaikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan agenda tahunan Aswaja Batubara, dengan cara menyisihkan sebagian rezeki para pengurus dan anggotanya.
"Karena itu, saya mohon doa dari bapak dan ibu agar Aswaja kita ini tetap eksis, sehingga bantuan dapat terus mengalir, Insya Allah akan bertambah jumlahnya," kata Jasmi.
Baca Juga: Diguyur Hujan 5 Hari, Wisata Alam Air Terjun Taga Hambing Ditutup
Jasmi, putra kelahiran Pematang Jernang yang sekarang tinggal di Kota Medan ini mengaku bangga dan terharu dengan ketulusan para pemuka agama di desanya, karena telah bersedia membimbing umat secara langsung.
"Bapak-bapak dan tuan guru lebih hebat dari saya. Karena telah terjun langsung membimbing umat secara ikhlas, seperti mengajarkan anak-anak mengai dan menjadi imam salat taraweh setiap malam di masjid dan musola. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak dan tuan guru," kata Jasmi dengan berkaca air mata.
Baca Juga: Langgar Protokol Kesehatan, Pasar Murah Pemprovsu Berpotensi Sebarkan Virus Corona
Jasmi mengaku masih merasa sedih. Sejak puasa pertama sampai saat ini, Jasmi tidak pernah melaksanakan sholat taraweh berjamaah di masjid atau musola. Karena Kota Medan termasuk salah satu daerah rawan Covid-19.
"Bukan kita tidak mau memakmurkan masjid, tapi karena situasi pandemi Covid-19 ini membuat kita harus mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak berkerumun. Apalagi kita ketahui Medan termasuk salah satu kota yang rawan Covid-19," katanya.
Jasmi bersyukur, karena sejauh ini dia belum ada mendengar masyarakat Kabupaten Batubara yang positif Covid-19, apalagi yang meninggal dunia. "Mudah-mudahan kondisi ini akan bertahan sampai virus corona ini benar-benar musnah," tuturnya.
Dia mengajak masyarakat Batubara untuk sama-sama berdoa agar Covid-19 segera berakhir. "Mari sama-sama kita doakan agar semua ini (covid-19) cepat berakhir. Semoga hari raya Idul Fitri nanti tidak ada lagi corona di bumi ini," paparnya. (art/drb)