DRBerita | Yayasan Daun Sirih berencana akan menggelar dialog histori napak tilas Kejayaan Kesultanan Langkat dan menguak tabir kekejaman PKI, Oktober 2019 mendatang. Ketua Yayasan Daun Sirih Azhari AM Sinik mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengingat dan memperingati hari kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 dan kejadian revoluasi sosial di Sumatera Timur dalam menguak tabir runtuhnya Kesultanan Langkat dan kesultanan lainnya di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. "Dialog sejarah ini akan diselenggarakan di Kota Raja, Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, pada bulan Oktober 2019 mendatang, di Gedung Aula Serba Guna Tanjung Pura," ujar Azhari, Selasa 20 Agustus 2019.Kegiatan ini kali kedua dilaksanakan Yayasan Daun Sirih, setelah sebelumnya dialog histori tentang napak tilas Kesultanan Bahrain, Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (labusel) yang digelar tahun lalu."Dialog histori ini merupakan napak tilas kerajaan-kerajaan Kesultanan Melayu yang ada di Indonesia," jelasnya.Azhari mengharapkan peran maksimal Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten kota. Semua harus bangkit dan bergerak mengangkat kembali peradaban-peradaban di Sumut, terkait dengan Undang Undang Cagar Budaya. Dalam Undang Undang Cagar Budaya, kata Azhari, disebutkan bahwa pemerintah daerah berkewajiban merawat dan memelihara bangunan-bangunan yang mengandung nilai-nilai heritage. Lahirnya kota-kota di Sumut meninggalkan jejak sejarah berupa bangunan-bangunan yang bernilai sangat tinggi. Acara nantinya akan menghadirkan ahli-ahli sejarah, budayawan, pemerintah, tokoh-tokoh Kesultanan Melayu Langkat dan tokoh-tokoh kesultanan lainnya.
"Kita juga berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumut termasuk kabupaten kota agar berpartisifasi dalam acara, karena acara tersebut dari kita, oleh kita dan untuk kita, dalam rangka mewujudkan Sumatera utara yang bermartabat," ucapnya. (art/drc)