Tiga Dinasti Safawi di Wilayah Persia

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082019/7306_Tiga-Dinasti-Safawi-di-Wilayah-Persia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Masjid e-Shah di Isfahan, Iran, merupakan salah satu bukti puncak kegemilangan arsitektur Safawi.
DRBerita | Dinasti Safawi (1301-1736) banyak mewarnai wilayah Persia. Dinasti ini merupakan kerajaan terbesar Iran setelah penaklukan Muslim abad ke-7. Dinasti Safawi berasal dari urutan sufi Safawi, yang didirikan di Kota Ardabil, wilayah Azerbaijan.Dinasi itu merupakan dinasti Iran nenek moyang Kurdi. Namun, selama pemerintahan, mereka menikah dengan orang Turki, Georgia, Circassian, dan Yunani. Dari daerah asal mereka di Ardabil, Safawi membangun kekuasaan yang menyebar ke berbagai wilayah dan menegaskan kembali identitas Iran di wilayah tersebut.Mereka membangun kekuatan politik. Pengaruhnya menyebar ke berbagai penjuru demi menegakkan kembali identitas Persia sebagai peradaban besar. Berikut ini adalah tiga arsitektur peninggalan Dinasti Syafawi yang kini menjadi warisan budaya.Chehel SotounBangunan ini merupakan paviliun di Isfahan, Iran. Inisiatornya adalah Shah Abbas II. Setelah berdiri, bangunan ini digunakan sebagai tempat hiburan dan resepsi. Di istana ini, Shah Abbas II dan penggantinya akan menyambut pejabat dan duta besar, baik di teras maupun di salah satu ruang resepsi megah.Nama bangunan ini berarti '40 tiang' dalam bahasa Persia. Nama ini diilhami oleh 20 tiang kayu ramping yang menjadi paviliun pintu masuk, yang ketika tecermin di perairan air mancur tampak terlihat sebanyak 40.Sebuah lukisan terbaru menggambarkan kemenangan Nader Shah melawan tentara India di Karnal pada tahun 1739. Ada juga komposisi yang kurang bersejarah, tetapi lebih estetis dalam gaya miniatur tradisional yang merayakan kegembiraan hidup dan cinta.Deir E Gachin CaravanseraiPenginapan Caravanserai di Isfahan dibangun pada masa pemerintahan Shah Abbas II. Penginapan ini merupakan resor mewah yang diperuntukkan bagi pedagang terkaya dan tamu-tamu terpilih. Kini bangunan tersebut disulap menjadi hotel mewah dan berganti nama menjadi Hotel Abassi.Yang khas dari Caravanserai adalah bangunan dengan eksterior berdinding persegi atau persegi panjang, dengan satu pintu yang cukup lebar untuk memungkinkan binatang besar atau yang sarat muatan berat seperti unta masuk. Halaman hampir selalu terbuka tanpa atap. Dinding bagian dalam kamar dilengkapi dengan sejumlah kandang binatang. Kamar yang sama digunakan untuk mengakomodasi pedagang maupun pelayan mereka, hewan, serta barang dagangan.Caravanserai menyediakan air untuk konsumsi manusia maupun hewan, mencuci, wudhu, dan mandi. Mereka juga menyediakan pakan ternak dan toko untuk pelancong. Di sana mereka dapat memperoleh bahan kebutuhan.Sekolah CharbaghSekolah Shah merupakan kompleks budaya abad ke-17-18 di Isfahan, Iran. Kompleks ini dibangun pada masa Sultan Hussein, seorang raja Safawi. Sekolah ini merupakan sekolah agama bagi ulama di Iran. Untuk membiayai sekolah, ibu Sultan Hussein memiliki karavan besar yang dibangun di dekatnya, yang pendapatannya digunakan untuk yayasan.Gerbang utama dari jalan utama Shah Abbas mengarah langsung ke ruang depan segi delapan berkubah. Kubah dan sebagian besar dinding ditutupi dengan batu bata kuning cerah yang memberikan perasaan ringan. Gerbang masuk dihiasi dengan fasad emas dan perak. Karya ubin di dalam gedung merupakan karya seni dan industri. Lapangan utama dilengkapi dengan kolam renang dan taman.

Editor
: admin
Sumber
: republika.co.id

Tag:

Berita Terkait

Berita

Jalan Provinsi Sumut ke Objek Wisata Bukit Lawang Belum Maksimal

Berita

Ini 3 Objek Wisata Liburan Lebaran Idul Fitri Yang Bisa Dikunjungi, Cek!

Berita

Unversitas Darma Agung Ikut Dukung Event Internasional F1H20

Berita

F1 Powerboat Danau Toba Butuh Perbaikan Infrastruktur dan Kultur

Berita

Voluntrip Round 4 DDV Sumut Digelar di Samosir

Berita

KBRI Maputo Perkenalkan Budaya Indonesia pada Resepsi Diplomatik, Tarian Legong Condong Bali jadi Daya Tarik