Rowo Bayu di Balik Cerita Horor KKN

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082019/7206_Rowo-Bayu-di-Balik-Cerita-Horor-KKN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Danau Rowo Bayu.
DRBerita | Rowo Bayu adalah sebuah danau yang asri di pedalaman Banyuwangi. Namanya mendadak viral karena diduga terkait cerita horor KKN di Desa Penari.Cerita horor di medsos yang berjudul 'KKN di Desa Penari' menjadi perbincangan dan viral. Sebab cerita tersebut diduga berlatar belakang di Banyuwangi. Meski penulis tak menyebutkan secara detail lokasi desa penari tersebut, namun para netizen berspekulasi lokasi yang disebutkan dalam cerita tersebut berada di Banyuwangi.Dikutip detikcom, Sabtu 31 Agustus 2019, mencoba menelusuri daerah yang diduga menjadi lokasi KKN di Desa Penari itu. Salah satunya adalah Desa Bayu, di Kecamatan Songgon, Banyuwangi.Di Kecamatan Songgon, memang terdapat Danau Rowo Bayu yang berada di sekitar hutan, kaki Gunung Raung. Pantauan di lokasi, danau itu terletak di sekitar sumber air dan petilasan Prabu Tawang Alun yang menjadi tempat yang dikeramatkan.Danau ini pun sudah menjadi objek wisata. Tampak bekas event wisata bertajuk 'Festival Rowo Bayu' beberapa waktu lalu. Sementara itu di balik petilasan Raja Blambangan itu ada pancuran mata air tempat pemandian. Suasananya tampak begitu sepi di sana.Lokasi ini berada sekitar 45 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Lokasi ini berbatasan langsung dengan hutan di wilayah Barat atau di sekitar Gunung Raung.Namun hutan Dadapan yang disebutkan dalam cerita tersebut tak ditemukan. Bahkan untuk cerita mistis tentang penari di wilayah tersebut tak pernah terdengar."Selama ini memang wilayah itu banyak yang bercerita mistis. Tapi memang relatif ya karena masing-masing punya hak sendiri untuk menilai kemistisan sesuatu atau daerah," ujar Kunto, Camat Songgon, Jumat 30 Agustus 2019.Menurut Kunto, dirinya baru mengetahui viralnya cerita tersebut saat dihubungi. Terkait dengan hutan Dadapan yang disebut-sebut netizen, dirinya mengaku tak mengetahui. Sebab di Kecamatan Songgon tidak ada hutan Dadapan.

"Kalau Hutan Dadapan tidak ada. Nama lingkungan pun tidak ada. Kalau di Banyuwangi ya Dadapan itu sebuah wilayah di Kecamatan Kabat. Wilayahnya di pinggir jalan besar," pungkasnya. (art/drc)

Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Berita

Jalan Provinsi Sumut ke Objek Wisata Bukit Lawang Belum Maksimal

Berita

Ini 3 Objek Wisata Liburan Lebaran Idul Fitri Yang Bisa Dikunjungi, Cek!

Berita

Unversitas Darma Agung Ikut Dukung Event Internasional F1H20

Berita

F1 Powerboat Danau Toba Butuh Perbaikan Infrastruktur dan Kultur

Berita

Voluntrip Round 4 DDV Sumut Digelar di Samosir

Berita

KBRI Maputo Perkenalkan Budaya Indonesia pada Resepsi Diplomatik, Tarian Legong Condong Bali jadi Daya Tarik