DRberita | Jejak sejarah Kesultanan Langkat kini menjadi perhatian. Pemeritah Provinsi Sumatera Utara menemukan 113 situs peninggalan sejarah. Langkah awal yang diambil dengan meninjau ke situs sejarah oleh Sekda Sabrina dan LSM LIPPSU.Selain situs peninggalan sejarah Kesultanan Langkat, Sekda Provsu Sabrina didamping Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari Sinik juga mendatangi kawasan religi di Desa Babussalam."Ada 113 situs peninggalan Kesultanan Langkat yang mau kita verifikasi. Nantinya hendak dipugar dan renovasi seperti sediakala. Ini masih peninjauan awal saja bersama pak Azhari Sinik," ujar Sekda Provsu Sabrina di Masjid Azizi Tanjung Pura, Langkat, Minggu 1 September 2019.Pemprov Sumut juga menggandeng Yayasan Daun Sirih dalam agenda besar "Identitas Bangsa" ini ke seluruh situs peninggalan sejarah kesultanan dan kerajaan yang ada di Provinsi Sumatera Utara."Selain LIPPSU, Yayasan Daun Sirih juga kita libatkan. Negara yang besar adalah negara yang ingat dengan sejarah bangsanya. Saya ingin semua anak bangsa, khususnya yang ada di Sumatera Utara, mau ikut dan peduli dengan peninggalan sejarah di daerahnya," seru Sabrina.Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari Sinik menjelaskan bahwa agenda besar "Identitas Bangsa" yang akan dilaksanakan sudah mendapat dukungan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rijekshah."Apa yang kita buat saat ini sudah mendapat dukungan dari pak Edy dan pak Musa. Dan bu Sabrina Sekda sebagai promotornya. Awalnya kita melaporkan temuan sejumlah situs sejarah peninggalan Kesultanan Langkat. Melangkah dari situ, kita membuat laporan ke Pemprov Sumut. Alhamdulillah, respon postif dari Pemprov Sumut kita dapat," ucap Azhari.Bersama Yayasan Daun Sirih, kata Azhari, akan dilakukan kegiatan 'Napak Tilas Jejak Sejarah Peninggalan Kesultanan Langkat' pada bulan Oktober mendatang. "Output dari kegiatan akan kita serahkan kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Utara," jelasnya.Untuk panitia napak tilas, lanjut Azhari, diserahkan kepada Yayasan Daun Sirih. "Agenda kegiatan ini, Yayasan Daun Sirih yang menyiapkan. Sedangkan khusus kawasan riligi sepenuhnya kita serahkan kepada Pemprovsu untuk menindaklanjutinya," tandasnya.Sementara, kegiatan napak tilas yang akan dilakukan akan melibatkan sejumlah warga yang berdomisili di kawasan peninggalan sejarah Kesultanan Langkat, Kota Tanjung Pura, sebagai panitia. Direncanakan kegiatan ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober."Kita harapkan seluruh lembaga, masyarakat dan instansi pemerintah di Kabupaten Langkat ikut andil dalam kegiatan ini. Undangan kegiatan akan segera kita sebar kepada seluruh stakeholder yang ada untuk mendukung kegitan napak tilas ini," ucap Ketua Panitia Napak Tilas Jejak Sejarah Peninggalan Kesultanan Langkat, Muhammad Arif Tanjung.
Arif Tanjung memastikan kegiatan ini dilakukan untuk kepentingan bersama. "Ini murni untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat. Saya harapkan semua pihak mau turut andil dan mendukung. Kegiatan positif ini akan kita laksanakan bergantian di seluruh kabupaten kota yang memiliki peninggalan sejarah kesultanan maupun kerajaan," terangnya. (art/drc)