Keturunan Raja Bilah ke 10 Segera Dinobatkan

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082019/3008_Keturunan-Raja-Bilah-ke-10-Segera-Nobatkan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Panitia Majelis Pernobatan Sultan Bilah ke 10 dan Sekda Provsu Sabrina.
DRBerita | Panitia Majelis Pernobatan Sultan Bilah 10 berkunjung ke Pemprov Sumut. Kunjungan itu disambut oleh Sekda Provsu Sabrina, Kamis 22 Agustus 2019, di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan.Ketua Penabalan Sultan Bilah, OK Muhammad Muchlis mengatkan kunjugan mereka ingin bermusyawarah dengan Pemerintah Provinsi untuk rencana penabalan salah satu keturunan Raja Bilah yang akan diselenggarakan 9 September 2019, di salah satu masjid di Negri Lama, Bilah Hilir, Labuhanbatu."Kita ingin bersinergi dengan pemerintah provinsi. Kita ketahui juga berdasarkan pernyataan gubernur, beliau akan menghidupkan kembali Kebudayaan Melayu di Sumut. Jadi kita meminta arahan dan nasehat dari pemerintah untuk penobatan Sultan Bilah Tengku Muhammad Risfansyah, cucu dari Tengku Asnan yang merupakan Tengku Besar terakhir di Bilah," ucap Muchlis.Persiapan upacara adat nantinya, kata Muchlis telah melakukan pembentukan panitia dan mengunjungi seluruh keturunan Kesultanan Bilah yang tersebar di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri untuk hadir dalam acara tersebut.Prosesi acara nantinya berlangsung selama 4 hari, dimulai dengan ziarah ke makam leluhur di Negeri Lama, Kota Pinang, kemudian prosesi Adat Mandi Tabal dan Melepas Lancang, disusul Penabalan Sultan Bilah X di halaman Masjid Sultan Adil, Negeri Lama dan terakhir resepsi yang akan berlangsung di Kota Medan.Penabalan Tengku Muhammad Risfansyah akan dikukuhkan oleh Dewan Kerapatan Adat Kesultanan Bilah, Raja-raja yang berada di wilayah Kesultanan Negeri Bilah, Lembaga Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Bilah dan orang-orang besar bergelar di Kesultanan Negeri Bilah. "Penabalan Sultan Bilah X sudah ditentukan oleh musyawarah dan mufakat para zuriath, keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat yang menunjuk Tengku Muhammad Risfansyah bin Tengku Azman bin Tengku Hasnan," terang Muchlis.Ia menjelaskan sekilas tentang Tengku Muhammad Risfansyah. Katanya, Tengku Muhammad Risfansyah merupakan putra dari pasangan Tengku Azman (wafat 10 Desember 1989) yang merupakan putra ke dua Tengku Hasnan (Tengku Besar Bilah) dengan Tengku Siti Munajat (wafat 19 Januari 1996) binti Tengku Harun Al Rasyid (Tengku Perdana Menteri Sri Mahkota Kesultanan Deli).Pasangan Tengku Azman dengan Tengku Siti Munajat ini dikaruniai 6 orang putra-putri, yaitu Tengku Fazlla (Perempuan), Tengku Nadrani Rifka (Perempuan), DR Tengku Syarfina SS MHum (Perempuan), Tengku Amalia Zulflna (Perempuan), Tengku Feria Aznita (Perempuan), Tengku Muhammad Risfansyah.Putra tertua Tengku Hasnan (Tengku Besar Bilah) adalah Tengku Musa yang wafat pada tahun 1986 dan putra dari Tengku Musa yang bernama Tengku Syaifuddin wafat pada 2 Juni 2015.Berdasarkan dari kesepakatan zuriath dari Tengku Hasnan (Tengku Besar Bulah) yaitu Tengku Dicky Rinaldo (cucu Tengku Musa) dan Tengku Zulchair putra Bungsu Tengku Hasnan (Tengku Besar Bilah) beserta keluarga, juga dari beberapa zuriath keturunan Sultan Adil Bidar Alam, menunjuk Tengku Muhammad Risfansyah sebagai penerus Kesultanan Bilah dan berhak memakai gelar Sultan Muhammad Risfansyah Bidar Alam yang merupakan Sultan Bilah. Rencana pernobatan Sultan Bilah X disambut baik oleh Sekda Provsu Sabrina. Ia meminta para sejarawan dan pemerhati budaya segera melakukan riset dan membukukan sejarah Kesultanan Bilah agar para generasi muda saat ini dan mendatang mengetahuinya.Kesultanan Bilah, kata Sabrina adalah salah satu kesultanan yang terdapat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama. Raja pertamanya adalah Raja Tahir Indra Alam pada tahun 1623. Kerajaan itu dinamai Kerajaan Bilah."Untuk budayawan, ada baiknya sejarah ini segera kita buat bukunya. Soal teknis dan risetnya nanti bisa kita tunjuk Dinas Perpustakaan untuk membantunya," ucap Sabrina kepada Ketua Penabalan OK Muhammad Muchlis, Pemangku Adat Sultan Bilah Tengku Muchrizad, Pemerhati Budaya Tengku Riswansyah dan Guslan Riswaldy.

Sabrina juga meminta agar seluruh keluarga dan panitia Majelis Pernobatan Sultan Bilah X, nantinya usai acara Penabalan Sultan, agar segera menyusun silsilah keturunan Kesultanan Bilah. "Silsilah ini menurut saya sangat penting, agar kita tau semua keturunan dari kesultanan ini," ujar Sabrina. (art/drc)

Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Berita

Mendadak 7 Kepala OPD Pemprovsu Diundang Uji Kopetensi, Ini Daftar Namanya

Berita

Pansus LKPj Sarankan 'The Kitchen of Asia' Seperti di Jogja dan Semarang

Berita

Jangan Sampai Ada OTT KPK, Sekdaprovsu Diminta Tertibkan Para Pokja dan KPA

Berita

Peradaban Melayu Hampir Punah, Panitia Temui Sekda Sabrina

Berita

Sabrina Bantah Mundur

Berita

Ini Alasan Pembatalan Pengumuman Status Wakaf RS Haji Medan