DINAMIKARAKYAT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai terlalu tebang pilih memberikan dukungan pada proses pembangunan daerah di Provinsi Sumatera Utara. Sampai dengan saat ini perhatiannya hanya tertuju ke daerah Tapanuli.Harusnya Jokowi sudah tahu bahwa Sumatera Utara itu bukan saja Tapanuli, tetapi masih banyak lagi daerah lainnya. "Sudah memasuki 5 tahun masa jabatan presiden, dan akan memasuki periode kedua sebagai presiden, akan tetapi belum pernah sekalipun Jokowi mengunjungi daerah Labuhanbatu Raya, yang mana di antaranya ada Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sepertinya ada asumsi Jokowi tidak menganggap ketiga kabupaten tersebut," ujar Pemuda Labuhanbatu Joni Sandri Ritonga di Medan, Kamis 1 Agustus 2019.Sebelumnya, Presiden Jokowi selama tiga hari mengunjungi daerah Tapanuli, 29 sampai 31 Juli 2019, dalam rangka kunjungan kerja membangun Kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia.Menurut Joni, masyarakat daerah Labuhanbatu Raya juga sangat berharap Presiden Jokowi mempunyai waktu untuk mengunjungi daerah penghasil buah sawit terbesar di Provinsi Sumatera Utara. "Sumut itu ada 33 kabupaten kota. Lima tahun ini Jokowi selalu berkunjung ke daerah Tapanuli saja, daerah Labuhanbatu Raya juga bagian dari Indonesia. Tapi kalau memang Labuhanbatu Raya tidak dianggap bagian dari Indonesia, tolong diperjelas dan berikan kepastian untuk status Labuhannatu Raya. Juga daerah-daerah lainnya di Sumatera Utara," cetusnya."Labuhanbatu Raya juga ingin berkembang, mulai dari sisi ekonomi, pendidikan, SDM, infrastruktur dan lain sebagainya. Sebagai pemuda Labuhanbatu saya meminta kepada Jokowi agar mengagendakan kunjungan kerjanya ke Labuhanbatu Raya, jadi kapan pak Jokowi mau datang ke Labuhanbatu Raya?" sambung Joni.Penampilan Jokowi yang merakyat dan peduli dengan kehidupan masyarakat miskin sampai saat ini masih dipertanyakan oleh banyak kalangan, terutama masyarakat daerah Labuhanbatu Raya.
"Masyarakat Labuhanbatu Raya banyak yang penasaran, pak Jokowi itu aslinya bagaiman, karena masyarakat selalu bertanya-tanya, pak Jokowi itu memangnya benar-bener merakyat atau tidak, kalau memang merakyat, tolong datang ke Labuhanbatu. Masyarakat Labuhanbatu ingin memperkenalkan makanan khas Labuhanbatu kepada pak Presiden. Di antaranya holat, ikan baung gule asem dan lain sebagainya, karena masyarakat Labuhanbatu ingin seluruh rakyat Indonesia tahu bahwan makanan khas Labuhanbatu juga mampu bersaing dan mendunia," terang pemuda asli Labuhanbatu Utara ini. (art/drc)