drberita.id -Muhammad Mustaqim mengaku berulang kali disodomi dan dianiaya oleh sesama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)Kelas 3 Pemuda, Tanjung Pura, Langkat.
Dikutip siberindo.co, Senin 13 Maret 2023, kondisi tubuh Mustaqim pun kini terlihat semakin kritis. Badannya sangat kurus dengan penuh infeksi di pantat dan duburnya.
Kondisi Mustaqim tersebut disampaikan ayahnya Abdul Halim Nasution kepada pengacara Ibeng Syafrudin Rani. Halim pun sangat terpukul dengan kondisi anaknya yang krisis kesehatan itu.
Muhammad Mustaqim ditangkap polisi pada 31 Oktober 2021, oleh Polres Pelabuhan Belawan. Dalam persidangan ia divonis 3 tahun penjara akibat kasus pencurian. Pemuda berusia 23 tahun inipun telah menjalani hukuman 1 tahun 4 bulan. Saat ditangkap Mustaqim masih berusia 22 tahun, tergolong masih muda.
"Ia (Mustaqim) waktu ditangkap terbilang masih muda. Awalnya ia ditahan di Rutan Labuhan Deli, namun tak tahu apa alasannya dipindahkan ke Lapas Pemuda Tanjung Pura, yang jauh dari domisili orang tuanya di Kampung Salam Lingkungan II, Belawan Bahari, Medan Belawan. Jadi ya tak dapat dibesuk orangtuanya, diduga akibat faktor ekonomi," ungkap Ibeng Syafrudin Rani.
Ibeng pun bertekad akan mengusut dugaan amoral yang dialami Mustaqim di dalam LapasKelas 3 Pemuda Tanjung Pura. Namun saat ini mereka masih konsentrasi dengan kesehatan Mustaqim yang sedang dirawat di rumah sakit swasta.
Abdul Halim Nasution melalui rekaman suara kepada wartawan, mengaku anaknya menjerit kesakitan karena luka yang bernanah keluar dari duburnya diduga akibat sodomi. Pihak Lapas, kata Halim, lepas tangan dengan pembiayaan kesehatan anaknya karena tidak ada BPJS.
"Ini kan posisi saya di RS Bidadari Stabat. Inikan fenomena yang dicari keterangannya yang sakitnya yang paling memprihatinkan, adalah jeritan bekas luka di duburnya yang bekas sodomi yang keluar darah dan nanah selalu. Jadi macam macamnya, orang Lapasnya ni mau lepas tangan, biaya pembayarannya harus saya. Karena dia di luar BPJS, di situ tadi fenomenanya, di situ tadi keterangan," kata Halim dalam rekaman suaranya (voice note).