Sungai Batang Ayumi Tercemar Limbah Sampah dari TPA Batubola

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082020/_5888_Sungai-Batang-Ayumi-Tercemar-Limbah-Sampah-dari-TPA-Batubola.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Tim Kelompok Pecinta Alam (KPA) Malaka di TPA Sampah Kota Padangsidimpuan, Rabu 26 Agustus 2020.

drberita.id | Sudah 30 tahun Sungai Batang Ayumi tercemari limbah pengolahan sampah. Pencemaran itu berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batubola di Desa Simatohir, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Berdasarkan investigasi Kelompok Pecinta Alam (KPA) Malaka, Rabu 26 Agustus 2020, pencemaran limbah sampah dari TPA Batubola, telah merusak lingkungan dan berdampak bagi kesehatan, khususnya warga yang memanfaatkan aliran Sungai Batang Ayumi.

Untuk diketahui, aliran Sungai Batang Ayumi adalah sungai yang paling banyak dimanfaatkan oleh warga Kota Padangsidimpuan. Pasalnya, sungai ini mengalir di sepanjang Kota Padangsidimpuan.

Baca Juga :Kejatisu Selidiki Dugaan Korupsi Rp 39,5 Miliar di BTN Medan

Direktur KPA Malaka, Sarif Muliadi Musannif Nasution mengatakan investigasi yang mereka lakukan atas isu yang beredar di tengah masyarakat bahwa limbah sampah dari TPA Batubola, telah mencemari lingkungan di sekitar Sungai Batang Ayumi. Tim dari KPA Malaka pun terjun ke lokasi untuk mengambil sampel.

"Sampel yang diambil adalah air sisa limbah pipa pembuangan terakhir, airnya langsung menuju Sungai Batang Ayumi. Terlihat air sisa pengolahan limbah sampah di TPA Batubola, nihil instalasi pengolahan air limbah. Jadi, kami menemukan bahwa air limbah di TPA Batubola tidak diolah sama sekali dan langsung di buang ke sungai. Akibatnya Sungai Batang Ayumi tercemar oleh air sisa pengolahan sampah dari TPA Batubola," ujar Sarif Muliadi Musannif Nasution dalam keterangan tertulis, Kamis 27 Agustus 2020.

Menurut Sarif, sampel air limbah sampah tersebut akan mereka uji di laboratorium mandiri.

"Kita akan lakukan uji lab mandiri di laboratorium, karena kita lihat air limbah ini berwarna gelap dan berbau menyengat. Kemungkinan berbahaya bagi manusia dan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga :Dana Refocusing Covid-19 Untuk Media Belum Ada, Realisasi Masih 0%

Setelah didapatkan hasil dari uji lab mandiri, lanjut Sarif, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjut pencemaran air Sungai Batang Ayumi. "Nanti kita laporkan hasilnya," tutupnya.

art/drb

Penulis
: Arbai Nasution
Editor
: Gmbrenk

Tag:

Berita Terkait