drberita.id -Sepanjang 2023,
Polrestabes Medan mengungkap 14 kasus kejahatan menonjol di wilayah hukumnya. Dua dari 14 kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah kasus pembunuhan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy JS Marbun mengatakan hal itu dalam rilis refleksi akhir tahun, Jumat 29 Desember 2023. "Pengungkapan kasus menonjol sepanjang tahun 2023 ada 14 kali pengungkapan," katanya.
Dua kasus pembunuhan yang menonjol tersebut yaitu tewasnya korban Heri Capri karena masalah utang dengan pelaku J sebesar Rp2 juta yang tidak kunjung dibayar. Sehingga pelaku menyuruh para pelaku lainnya untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia sekira bulan Maret.
Otak pelaku kasus pembunuhan ini seorang wanita, Jihan (25) warga Jakarta, yang kala itu sedang hamil 6 bulan. Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman 12 tahun kurungan penjara. Sementara itu dua orang pelaku lainnya bernama Suheri dan Rizki juga telah diamankan.
Teranyar, kasus pembunuhan menonjol lainnya yang diungkap adalah pembunuhan sadis yang merenggut nyawa korban Mahadip (53) pemilik bengkel service dan doorsmeer mobil di Jalan Medan-Binjai Km 12,7 Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang oleh 5 pelaku yang tak lain pekerja korban.
Kelima pelaku pembunuhan yang telah ditangkap yakni MAA (17) dan MR (16) warga Simalungun, KZ (23) warga Nias, AS (17) warga Pematangsiantar dan NH (15) warga Deliserdang.
Diketahui, para pelaku telah merencanakan untuk menghabisi nyawa korban dan keluarga korban, sejak Minggu 24/12. Alasan pelaku membunuh majikannya karena sakit hati dengan perlakuan kasar.
"Motifnya para pelaku ini sakit hati dan dendam melihat perlakuan korban yang suka berkata kasar dan sering tidak menepati janji, antara lain memberi pinjaman kepada para pelaku," ungkap Kombes Teddy.
Otak pelaku pembunuhan, sambung Teddy, pelaku anak berinisial AS yang mengajak pelaku lainnya untuk menghabisi nyawa korban. "Pelaku AS mengajak pelaku lainnya untuk membunuh korban dan keluarganya dan mengambil barang-barang seperti mobil dan lainnya," ungkapnya.
Senin malam, pada saat momen Hari Natal, 25 Desember 2023, kelima pelaku lalu melancarkan aksi pembunuhan. Usai doorsmer tutup, para pelaku mulai melancarkan aksi pembunuhan. Awalnya korban dibekap memakai bantal lalu dipukuli menggunakan besi dan obeng.
Selain 2 kasus pembunuhan menonjol, 12 kasus menonjol lainnya yang berhasil diungkap jajaran Polrestabes Medan yakni, kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Jalan Mustafa Bilal, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, kasus Curas di Jalan Dr Mansyur PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang tepatnya Rumah Makan Ayam Penyet Jakarta Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.
Kasus Curas di Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, kasus Curas Jalan MT Haryono, Kelurahan Pusat Pasar, penggerebekan gudang sepeda motor curian di Jalan Sei Mencirim, Dusun I Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, kasus Curas di Halaman Gereja GKPA Jalan Cangkir, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah.
Penindakan barak judi dan narkoba di Sky Garden, di Jalan Namurube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, kasus eksploitasi anak melalui akun TikTok oleh pengurus Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya dan Ketua Yayasan Panti Asuhan Karya Putra Tunggal Anak Indonesia.
Kasus penistaan agama melalui akun Instagram, kasus melawan petugas oleh pemilik Sky atau Key Garden, kasus pembunuhan bos doorsmeer di Jalan Binjai, Desa Pujimulyo, pengungkapan kasus jaringan narkotika jenis sabu seberat 65 Kg dan pengungkapan jaringan narkotika jenis ekstasi seba1nyak 15 ribu butir.
Selain itu, sepanjang tahun 2023, Polrestabes Medan menangani 1.233 restorative justice (RJ). Target pada 2024 Polrestabes Medan akan berupaya meningkatkan RJ dengan melakukan gelar perkara terlebih dahulu.
Selama tahun 2023, Polrestabes Medan juga berhasil mengungkap 815 kasus narkotika dengan mengamankan 952 orang tersangka dan jumlah barang bukti yang berhasil disita yakni, 342, 9 Kg sabu, 210 Kg lebih ganja, 16. 728 ribu pil ekstasi dan 110 butir erimin.