drberita.id | Praktisi hukum ternama Julheri Sinaga meminta aparat hukum dan internal Kementerian Agama (Kemenag) jangan setengah hati menangani carut-marut seleksi Cados BLU non PNS UINSU yang bikin heboh sejak akhir 2021.
"Saya juga banyak membaca berita berita dan aksi yang digelar aktifis bagaikan tiada henti sejak Desember tahun lalu. Jangan sampai ada pihak mengambil manfaat dengan mengorbankan kualitas pendidikan di perguruan tinggi islam itu," kata Julheri Sinaga dalam keterangan tertulis, Kamis 17 Februari 2022.
Menurutnya, kriteria yang ditetapkan dalam proses rekrutmen tentunya untuk menjaring cados yang berkualitas.
BACA JUGA:
Hariman Siregar Protes Kadin Deliserdang "Tak Sah" Audensi ke Kapolres"Mereka mereka yang lulus itu kan akan menjadi dosen yang mengajar. Nah, kalau cara lulusnya dengan hal yang tidak benar, bagaimana dia itu mengajarkan kebenaran kepada generasi yang kuliah di UINSU," katanya.
"Temuan yang disampaikan para aktifis, patut diseriusi penanganan dan tindaklanjutnya oleh aparat hukum. Apakah para aktifis harus memberikan pisang yang telah dikupas untuk ditelan, tentu detail bukti dan ada apa sebenarnya di balik lolosnya Cados yang tak berkompeten itu kuat indikasi permaianan yang menguntungkan pihak-pihak," sambungnya.
Julheri juga menyarankan para aktifis tidak bosan menyuarakan kebenaran, menyoroti kejanggalan di balik kelakuan orang-orang yang tengah mendapat jatah peran di kampus itu.