Jaringan Internasional

Petuga Bea Cukai Tangkap WNA Brazil Bawa Kokain

Modus Baru Penyelundupan Narkoba
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202303/_614_Petuga-Bea-Cukai-Tangkap-WNA-Brazil-Bawa-Kokain.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menangkap WNA Brazil membawa narkoba.

drberita.id -Penyelundupan kokain cair yang diikat dengan zat kimia gliserol merupakan modus baru yang ditangkap masuk ke Indonesia.

Hal itu pertama kali ditemukan oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta dalam kasus penyelundupan narkotika melibatkan jaringan narkoba internasional.

"Modus baru dan ini pertama kali digunakan dalam penyelundupan narkoba," ujar Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Selasa 28 Februari 2023.

Kokain cair itu dibawa oleh WNA Brazil, GPS (26) dengan cara disimpan dalam 6 botol shampo, sabun mandi, dan obat kumur. Petugas menyita total 2.030 mililiter kokain cair dalamperlengkapan mandi tersebut.

GPS ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada 1 Januari 2023. Ia tiba di Bandara Soekarno Hatta menumpang pesawat Qatar Airways rute Rio De Jenairo-Doha-Jakarta.

Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta curiga dengan gelagat GPS, yang saat itu berjalan seperti penumpang biasa dengan membawa koper, tas punggung, dan menenteng papan selancar.

Sejak awal GPS menunjukan sikap yang tidak bersahabat. GPS menolak untuk diperiksa dan cenderung memberikan perlawanan. Namun, petugas tetap melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya.

Petugas menemukan 6 botol cairan dalam koper GPS. Semula petugas tidak menyangka jika dalam botol itu berisi narkotika.

"Dikira perlengkapan mandi biasa, tapi setelah dicium baunya aneh dan cairan bening, tidak ada busanya," kata Gatot.

Menurut Gatot, petugas hampir terkecoh karena pengujian awal menggunakan uji narkotika biasa cairan bening itu hasilnya negatif narkoba. Petugas tidak menyerah dan kembali melakukan tes ulang.

Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta kemudian melakukan pengujian kedua dengan cara membakar cairan bening itu dengan tempat dari besi. Saat dibakar, cairan itu membentuk dua lapisan bening dan putih.

"Hasil pengujian kedua itu positif narkotika golongan 1 kokain pada lapisan bening, sedangkan lapisan putih berisi kandungan kimia gliserol sebagai pengikat cairan kokain tersebut," kata Gatot.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hukum

GP Al Washliyah dan Polda Sumut Deklarasi Perang Melawan Narkoba

Hukum

Jawab Isu Negatif di Media Sosial, Razia Gabungan 500 Penghuni Rutan Medan Negatif Narkoba

Hukum

2 Kepling di Kota Medan Ditangkap Polisi Jadi Kurir Narkoba

Hukum

DJ Cantik Kota Medan Ditangkap Jual PG Narkoba

Hukum

Andi Surya Bantah Ada Peredaran Narkoba di Rutan Medan

Hukum

Pemko Medan Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan: Di Medan Denai, Walikota Terima Keluhan Narkoba