Okupasi Lahan, Aparat Kemanan PTPN2 "Serbu" dan Rusak Kendaraan Warga

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir092020/_6398_Okupasi-Lahan--Aparat-Kemanan-PTPN2--quot-Serbu-quot--dan-Rusak-Kendaraan-Warga.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Rumah warga yang rata dengan tanah diduga dilkakukan aparat kemanan.

drberita.id | Okupasi lahan perkebunan seluas 218 hektar di Kampung Durian Selemak, Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang dilakukan pihak PTPN2 Kwala Madu, terhadap masyarakat adat penggarap di areal tersebut berujung dengan tindakan brutal yang diduga dilakukan oknum aparat keamanan, Selasa 29 September 2020 sore.

Baca Juga :Pemprovsu Akhirnya Bisa Melantik Pejabat, Edy: Untuk itu kalian harus belajar

Masyarakat diusir secara paksa dari halaman Kantor Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) oleh aparat keamanan yang terdiri dari security kebun dan aparat TNI. Tak hanya dipukul, warga bahkan ditangkap dan dicampakkan ke dalam parit hingga mengalami patah tulang.

Bahkan, ancaman culik juga dilontarkan aparat keamanan kepada Wakil Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Riama Simamora (51). Dirinya juga mendapatkan tindakan brutal dari aparat keamanan.

"Pinggangku ditendang dan aku diancam culik. Brutal kali perbuatan mereka itu," beber Riama sambil menahan sakit.

[br]

Bukan cuma ditendang, bahkan mobil milik Riama menjadi sasaran kebrutalan aparat keamanan. Bak orang kesetanan, aparat keamanan dengan membabi buta merusak kendaraan milik warga.

"Mobil kami dan mobil milik warga lainnya rusak parah. Kereta warga juga banyak yang hancur. Lebih keji dari PKI perbuatan mereka itu," lanjut Riama.

Di kesempatan yang sama, seorang warga Kampung Durian Selemak Pariah (62) juga mengaku mengalami tindakan kekerasan dari security kebun. Dirinya mengaku dipegangi oleh beberapa security dan dicampakkan ke dalam parit. "Sakit pinggang ku ini," lirih Pariah.

Baca Juga :AMIN Batal Demo Dugaan Korupsi BC Pelabuhan Belawan

Pantauan di lapangan, setidaknya ada empat rumah warga dan Kantor BPRPI Kampung Durian Selemak, sudah diratakan dengan tanah menggunakan alat berat. Bahkan, kebun jeruk yang sudah lama digarap warga juga tak luput dari penggusuran.

"Ngerih kali tadi, ku liat aparat keamanan dengan membabi buta mengejar dan saling lempar dengan warga penggarap. Karena ketakutan, kami belarian untuk menyelamatkan diri setelah mendengar suara letusan senjata api aparat keamanan," ungkap warga yang mengaku bernama Pedro.

[br]

Bukan hanya warga, awak media bernama Santo, juga sempat dihalangi-halangi aparat keamanan untuk melakukan peliputan berita dan diusir secara paksa. "Aku dilarang ngambil gambar. Gak ada di sini media-media, gak boleh di sini ngambil gambar," bebernya.

Baca Juga :Mantan Pimpinan KPK Klarifikasi Perkara Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) SEA Games XIX-1997

Terpisah, Kasubbag Humas Kandir PTPN2 Sutan Panjaitan menepis hal tersebut dan mengatakan bahwa okupasi berjalan lancar dan tanpa ada tindakan kekerasan.

"Coba cek lagi di lapangan, tanyakan siapa yang memulainya. Infonya, warga yang memulai melempar aparat keamanan dengan batu," pungkasnya. (art/drb)

Editor
: Gmbrenk
Sumber
: Pers Rilis

Tag:

Berita Terkait

Hukum

Aset Eks HGU PTPN2 Depan Binjai Super Mall Mau Dijual, Yang Minat Boleh Tawar

Hukum

Bangunan Properti di Tanah HGU PTPN2 Melanggar Hukum, Masyarakat Luas Harus Paham

Hukum

Debat Publik ke II: 2 Paslon Pilgubsu Harus Komitmen Selesaikan Konflik Tanah di Sumut

Hukum

11 Ekor Sapi Warga Mati Diracun OTK di Lahan PTPN2

Hukum

Kabag Hukum PTPN2: Terungkap Ada Mafia Tanah

Hukum

Ketua Buruh Sumut Diserang OTK Diduga Suruhan PT. MIP