drberita.id -Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB
Tebingtinggi diteror orang tak dikenal (OTK), pada Selasa 12 Mei 2026 malam. Mobil milik korban ditembak pelaku yang terparkir di halaman rumah.
Korban bernama Martinus Mangunsong (38) warga Jalan Bani Hasyim, Perumahan Griya Hasyim Permai Blok A3, Lingkungan I, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebjngtinggi, Sumatera Utara. Saat kejadian, korban berada di dalam rumah dan mendengar suara ledakan keras dari arah garasi mobil.
"Korban awalnya mengira suara berasal dari petasan atau mercun. Namun setelah dicek ke luar rumah, ditemukan lubang pecahan pada kaca depan mobil yang diduga akibat tembakan," ujar sumber kepolisian di lokasi.
Korban pun kemudian menghubungi nomor layanan darurat 110 Polres Tebingtinggi. Berdasarkan keterangan saksi Siti Khodijah, sebelum suara tembakan terdengar, ia melihat dua pria tidak dikenal berboncengan menggunakan sepeda motor matik melintas di depan rumah korban.
Keduanya disebut saksi mengenakan jaket dengan penutup kepala warna hijau. "Sempat lewat, lalu memutar balik kendaraan dan berhenti tidak jauh dari lokasi. Tidak lama kemudian terdengar satu kali ledakan keras, setelah itu kedua pria itu langsung pergi," kata saksi Siti Khodijah.
Sementara saksi lain, Hermizar yang sedang berjualan di warung dekat lokasi kejadian, juga mengaku mendengar suara ledakan keras dari arah perumahan tempat tinggal korban.
Tak lama itu personel piket fungsi Polres Tebingtinggi bersama tim Inafis dan personel Polsek Padang Hilir turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan satu buah proyektil di atas filter AC mobil korban. Barang bukti tersebut telah diamankan untuk kepentingan uji balistik di Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara.
Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir di lokasi, di antaranya Kasat Intelkam Polres Tebingtinggi AKP Andi Sujenderal, Kasat Reskrim IPTU Herikson Parulian Siahaan, serta Kapolsek Padang Hilir IPTU Adi Susanto P. Gari.
Polres Tebingtinggi pun telah memasang garis polisi di rumah korban Martinus Mangunsong. Selain mengumpulkan keterangan saksi dan mendokumentasikan kerusakan kendaraan, rekaman CCTV di sekitar lokasi dan jalur yang diduga dilalui pelaku juga ditelusuri.
Hingga kini, motif penembakan masih dalam penyelidikan. Polisi belum bisa memastikan apakah aksi teror tersebut berkaitan dengan status korban atau murni tindak kriminal terencana.
Lapas Kelas IIB Tebingtinggi sendiri pun belum bersedia memberikan keterangan terkait peristiwa itu. Termasuk KPLP Hendri Sitorus ketika dikonfirmasi hanya mengarahkan penjelasan yang dibutuhkan kepada korban langsung.
"Yaeh bg langsung aja ama yg bersangkutan pak martin," jawab Hendri dalam balasan WA.