Kawanan Maling di Pasar 3 Tembung Terendus, 1 Orang Tewas Dihakimi Massa

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir112022/_8831_Kawanan-Maling-di-Pasar-3-Tembung-Terendus--1-Orang-Tewas-Dihakimi-Massa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Kawasan Pasar 3 Tembung.

drberita.id |Kawanan maling yang selalu beraksi di kawasan Pasar 3 Tembung, Percut Sei Tuan, Deliserdang, sudah terendus. Seorang maling tewas dihakimi massa setelah babak belur dibawa ke rumah sakit.

Maling yang tewas bernama Anto, warga Perumnas Mandala. Pada Sabtu 28 Oktober 2022, Anto dipergoki mencuri sepeda motor Ari, warga Jalan Datok. Anto pun dijeriti maling oleh Ari yang menarik perhatian warga. Spontan warga sekitar menangkap Anto, dan tanpa komando memukulinya.

Warga yang emosi karena sudah sering terjadi kemalingan di Jalan Datok, dengan membabibuta menghakimi Anto hingga babak belur. Isak, Ketua RT 4, Dusun Lamtoro II, Desa Bandar Klippa, yang mendengar aksi massa menghakimi maling itupun langsung datang ke lokasi.

Isak bersama Ari, yang sepeda motornya dicuri langsung meredam massa. Dan kemudian membawa Anto yang babak belur ke Polsek Percut Sei Tuan. Bersama petugas polsek, Isak dan Ari membawa Anto ke RS Haji.

BACA JUGA:Warga Minta Polrestabes Medan Tindak Tegas Kawanan Maling dan Agen Narkoba di Pasar 3 Datok Kabu

Namun karena kondisi yang kritis, maling naas itu dibawa ke RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan. Seninnya 31 Oktober 2022, nyawa maling Anto pun tak tertolong.

Isak, Ketua RT 4, Dusun Lamtoro II, Desa Bandar Klippa, pun membenarkan aksi massa terhadap maling di Jalan Datok tersebut. "Iya, tewasnya di Rumah Sakit Bhayangkara. Sama polisi kami membawanya ke rumah sakit," ucap Isak, Minggu 6 November 2022.

Sebelumnya, Dedek, warga Jalan Datok, juga kehilangan sepeda motor metic dari dalam rumahnya, pada Selasa 11 Oktober 2022, dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Kabar Dedek kemalingan ini pun sampai ke temannya Pepo. Tanpa ragu Pepo pun menawarkan diri untuk mencari kawanan maling dan sepeda motor yang hilang.

[br]

Selang tiga hari kemudian, Pepo yang sudah mendapatkan informasi kawanan maling dan sepeda motor yang dicuri itupun mendatangi Dedek. Pepo pun menyebut 4 nama, yaitu Tamam, Ridho, Sayuti, dan Ewin Kurus.

Ternyata Ewin Kurus ini pernah ditangkap Polsek Percut Sei Tuan, karena mencuri handphone Jalal, warga Jalan Datok, Gang Datok 6. Namun 10 hari kemudian, Ewin Kurus dilepas Polsek Percut Sei Tuan.

Dari 4 nama yang disebut Pepo, muncul lagi nama Ikbal Black alias Ibe, yang dikatakan Pepo sebagai pelaku yang membawa dan menjual sepeda motor milik Dedek ke penadah di Pasar 5 Tembung.

BACA JUGA:Janji Jokowi Tak Jelas ke Petani di Sumut

Pepo pun mengatakan Ibe diketahui tinggal di Jalan Raja. Namun rumah orang tuanya di Pasar 5 Tembung, dekat dengan sekolah Aziddin.

Dari keterangan Pepo tersebut, Dedek pun membatalkan membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, lantaran Ewin Kurus yang pernah ditangkap mencuri handphone milik Jalal dilepas setelah 10 hari ditahan.

Penulis
: DR Berita
Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Hukum

Siswa SMA Negeri 6 Medan Tewas Tak Wajar, Orang Tua Minta Polisi Ungkap Fakta Kematian Anaknya

Hukum

Anak Glugur Medan Nyaris Tewas Dibacok Saat Hari Kemerdekaan RI di Deliserdang

Hukum

Becak Hilang Digondol Maling, Kakek Penarik Betor Terima Bantuan dari Dompet Dhuafa Waspada

Hukum

Residivis Curat Maling Motor Kena Dor Polisi di Asia Mega Mas Medan

Hukum

Sepeda Motor Istri Wartawan Medan Pos Disikat Maling Saat Ngajar Ngaji

Hukum

Echa Tampubolon, Wanita Penjual Online Tewas di Kamar Kost