drberita.id -Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, mengatakan proses pembentukan dan pengelolaan perspektif publik terhadap kasus AKBP Achiruddin Hasibuan, menarik dibahas berapa konten itu mengikat banyak jaringan terkonstruksi secara negatif bagi Achiruddin.
Menurutnya, berawal dari tweet @mazzini_gsp yang menyampaikan sebuah peristiwa di mana seorang pemuda Ken Admiral dihajar oleh pemuda Aditya yang merupakan anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan yang juga menyaksikan peristiwa tersebut.
Tanpa melakukan cover both side journalism, @mazzini_gsp berusaha menggugah keadilan publik, seakan ini arogansi polisi terhadap rakyat jelata maupun lawan, sehingga rakyat bersatu tak bisa dikalahkan.
"Pada proses awal pembentukan persepsi publik itu terdapat jejak digital netizen yang mengingatkan agar @mazzini_gsp melakukan jurnalisme yang baik, namun dijawab bahwa ini adalah citizen journalism," ujar Achmad Nur Hidayat dalam siaran pers, Jumat 12 Mei 2023.
Achmad Nur Hidayat mengungkapkan, publik disajikan informasi yang banyak celah, sulit dipertanggungjawabkan secara etika dan akademis. Namun itulah citizen jurnalism, layak diapresiasi dan perlu dikelola dengan baik oleh negara.
"Bagaimana aktor negara seperti Mahfud MD mengelolanya? Mahfud MD sebagai aktor penting yang hadir pada konten Sambo, Mario Dandi, hadir juga pada konten Achiruddin," ungkapnya.
Menurut Nur Hidayat, dengan posisi strukturalnya sebagai Menkopolhukam, Mahfud MD, membentuk tim agar dapat bekerja sebaik mungkin menghadirkan keadilan publik dengan strategi membuka data yang dianggap privat ke publik, agar tidak ada ruang gelap semuanya terang benderang.