Polisi Tembak Mati Anggota Jaringan Narkoba Aceh Malaysia

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir022020/6713_Polisi-Tembak-Mati-Anggota-Jaringan-Narkoba-Aceh-Malaysia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
kapolrestabes Medan Kombes Jhonny Eddizon Isir memaparkan tangkapan tersangka dan barang bukti jaringan narkoba Aceh-Malaysia.

DRberita | Polisi tembak mati seorang dari sembilang anggota jaringan narkoba Aceh-Malaysia di kawasan Simalingkar, Kebun Binatang, Medan, Sumatera Utara, Sabtu 1 Februari 2020 malam. Sebanyak 10,1 kg sabu dan 5.500 butir ekstasi disita sebagai barang bukti.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasat Narkoba AKBP Sugeng Riady menjelaskan penangkapan sembilang anggota jaringan narkoba tersebut hasil dari Operasi Antik Toba dengan sasaran narkoba yang digelar selama sepekan mulai 27 Januari hingga 2 Februari 2020.

"Total (pengungkapan) ada empat jaringan dengan jumlah tersangka 9 orang," kata Kombes Pol Jhonny saat menggelar konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin 3 Februari 2020.

Dari 9 orang tersangka yang diamankan, salasatu tersangka berinisial MY merupakan bandar mati ditembak karena melawan petugas saat ditangkap. "Tersangka berusaha melarikan diri saat melakukan pengembangan, maka kita lakukan tindakan tegas terukur di daerah Simalingkar," ucapnya.

Sementara narkotika yang diamankan akan diedarkan para tersangka di wilayah hukum Kota Medan. "Ini lagi kita dalami sebenarnya, ada yang masuk dari arah Riau, ada yang dari Aceh, dan ada juga yang dari Tanjung Balai," kata Jhonny.

Berdasarkan data prefrensi barang bukti yang disita dari Malaysia. Totalnya 10,1 kg sabu dan 5.500 butir ekstasi disita sebagai barang bukti.

Jhonny mengimbau kepada semua stakeholder untuk terus memerangi peredaran narkoba khususnya di Kota Medan. "Komitmen kami tetap tidak pernah berhenti memerangi tindak pidana narkotika," kata Jhonny.

Penangkapan anggota jaringan narkoba Aceh-Malaysia ini merupakan hasil pengembangan dari pengedar sabu sebelumnya di salasatu hotel di Kota Binjai, Sumut. Dan mayat tersangka MY kini berada di RS Bhayangkara, Medan.

"Pelaku yang ditembak juga penyuplai sabu di Kota Medan. Jaringan mereka cukup rapi bermain untuk menjual barang haram itu sampai di Kota Medan," kata AKBP Sugeng.

Sugeng mengatakan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas demi melindungi masyarakat dari jerat narkoba. "Kami tak akan segan menembak mati gembong narkoba," tegas Sugeng. (art/drc)

Editor
: Bornok
Sumber
: Pers Rilis

Tag:

Berita Terkait

Hukum

Polisi Gerebek Apartemen di Medan, 2 Pria dan Ratusan Vape Narkoba Diamankan

Hukum

Lapas Labuhan Ruku Razia Insidentil Untuk Bersihkan Narkoba dan Lodes

Hukum

Polrestabes Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jumlah Besar di Kota Tanjungbalai

Hukum

HIMMAH Desak Copot Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dari Jabatan Kapolrestabes Medan

Hukum

2 Mahasiswa Korban Represif Anggota Polrestabes Medan Lapor ke Propam Polda Sumut

Hukum

2 Mahasiswa HIMMAH Jadi Korban Represif di Unjuk Rasa Depan Polrestabes Medan