6 Ton Batang Ganja Siap Panen Musnah di Madina

Armand

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202306/_7450_6-Ton-Batang-Ganja-Siap-Panen-Musnah-di-Madina.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Dok. BNN
Pemusnahan Ladang Ganja di Madina.
drberita.id -Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) kembali melakukan pemusnahan Ladang Ganja di kawasan Mandailing Natal, Sumatera Utara. Satu titik Ladang Ganja seluas 1,5 hektar ditemukan pada ketinggian 900 MDPL. Total tanaman ganja yang berhasil dimusnahkan mencapai 12.000 batang. Usia tanaman diperkirakan enam bulan dengan tinggi tanaman ganja berkisar antara 100 hingga 150 cm.

Bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Informasi Geospasial (BIG), BNN RI berhasil mengidentifikasi ladang ganja melalui pantauan Pesawat Terbang Tanpa Awak yang ditindaklanjuti proses penyelidikan oleh tim di lapangan.

BNN melakukan pemusnahan Ladang Ganja yang dipimpin oleh Kepala Koordinator Narkotika Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo. Berada di wilayah Desa Rao Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tanaman ganja siap panen tersebut berada pada lereng dengan kemiringan jalur 45 hingga 80 derajat.

Total berat tanaman ganja yang berhasil dimusnahkan diperkirakan mencapai 6 Ton dengan jarak kerapatan antar tanaman berkisar 50 cm. Pemusnahan Ladang ganja yang berada pada kawasan hutan produksi tersebut melibatkan 128 personel. Terdiri dari Polres, Brimob, PM, Satpol PP, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya di kawasan Mandailing Natal.

Masih maraknya aktivitas penanaman ganja menjadi bukti bahwa minimnya kesadaran masyarakat terhadap aturan hukum di Indonesia yang melarang dengan tegas adanya budidaya tanaman ganja. Untuk itu, Direktorat Narkotika menggandeng Deputi Pemberdayaan Masyarakat guna menindaklanjut upaya pemusnahan ladang ganja melalui program Grand Design Alternative Development (GDAD).

GDAD merupakan program alih fungsi lahan ganja menjadi lahan produktif lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan serta komoditas perkebunan khas daerah, seperti kopi, jagung, coklat dan sebagainya. Diharapkan masyarakat sekitar sadar akan aturan tersebut dan beralih pada tanaman produktif lain.

Upaya yang tengah dilakukan Direktorat Narkotika merupakan komitmen BNN dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesuai dengan Pasal 111 Ayat (2) Undang - undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman terhadap pelaku berupa hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Koordinator Narkotika Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo menyebutkan pihaknya bekerjasama pihak terkait mencari tahu siapa petani, pemodal, penanam hingga siapa yang bertugas melakukan panen.

"Ada program dari BNN yaitu merubah mindset, pola pikirnya beralih dari tanaman Ganja ke tanama produktif. Seperti palawija, tembakau dan kopi," ucap Guntur.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hukum

BNN Musnahkan Enam Titik Ladang Ganja di Aceh Utara

Hukum

Sejumlah Saksi Korupsi Jalan Sumut Kabarnya Kembalikan Uang ke KPK, Salah Satunya Mantan Bupati Madina

Hukum

Bupati Madina Tidak Serius Tertibkan Lokasi PETI, Sampai Saat Ini Masih Beroperasi Meski Ada Instruksi

Hukum

Korupsi Smart Village Madina, Aspidsus Kejatisu: Penyidik Sudah Sepakat Naik ke Tahap Penyidikan

Hukum

Kejari Madina Belum Mampu Tetapkan Tersangka Smart Village Rp 9,4 Miliar

Hukum

SMSI Madina Minta Bupati Copot Sekda dan Inspektorat Terkait Pemanggilan Wartawan