DRberita | Sebanyak 21 kecamatan di Kota Medan direncanakan akan digilir Tim Sapu Bersih Pungutan Liar untuk menertibkan kegiatan ilegal yang terjadi. Selain itu juga akan dilakukan pada seluruh Kantor Polisi Sektor (Polsek) yang ada.Kegiatan itu mulai dilaksanakan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) pada awal November 2019, selama 10 hari mulai tanggal 1 sampai 14 November. Rencana kegiatan itu terungkap dari hasil Rapat Kerja Teknis UUP Kota Medan dalam sosialisasa 'Door to Door' Saber Pungli di Hotel Grand Aston City Hall, Jalan Balai Kota, Medan, dihadiri sekira 80 orang dari seluruh unsur pemangku kebijakan yaitu TNI, Polri, Jaksa dan Pemko Medan.Rapat itu dipimpin Asisten Pemerintah Kota Medan Musaddat. Pemaparan rencana kerja mulai disampaikan oleh Kasat Binmas Polrestabes Medan Kompol Rudi Safani."Dalam pelaksanaan saber pungli kali ini kita fokus dalam penanganan layanan publik, khususnya di tingkat kecamatan maupun polsek, dengan tujuan nantinya masyadakat dapat merasakan kenyaman dalam pelayanan, sehingga dapat dirasakan manfaat dari program ini," ungkapnya.Kerja sama saber pungli ini khususnya antara instansi sangat diperlukan. Saber pungli merupakan kegiatan yang bergantung pada kerja sama tim untuk mendapatkan hasil yang maksimal. "Masing-masing instansi yang terbentuk dalam saber pungli untuk segera merapatkan barisan," terang Rudi Safani."Selaku tim saber pungli untuk kita tidak melakukan pembiaran terhadap kegiatan ini dan yang harus sangat dihindari, kita selaku pelaku saber pungli, jangan kita yang menjadi pelaku pungli itu sendiri," sambungnya.Kasi Pidsus Kejari Medan Sofyan Hadi mengatakan selama ini yang tercatat dalam surat perintah berupa jabatan. Diharapkan ke depannya, selain jabatan juga lengkap dengan nama dengan tujuan untuk mempermudah berkoordinasi. Agar masing-masing kelompok kerja saber pungli segera membuat rencana kerja.Kemudian, Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Romadoni menjelaskan rencana kegiatan saber pungli yang paling penting dibuat agar kegiatan berjalan lancar. "Karena suatu kegiatan tanpa perencanaan tidak akan dapat berjalan sesuai yang diharapkan, tidak terkecuali dalam kegiatan saber pungli yang sedang kita bahas ini," serunya.Sementara itu, Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Triono meminta agar rapat koordinasi saber pungli mendapatkan hasil yang singnipikan sebelum dilakukan sosialisasi. Pokja dari Bidang Intelijen diminta untuk fokus mengetahui titik pungli yang terjadi baik itu di tingkat polsek maupun kecamatan."Diharapkan kita memilki posko ataupun kantor pengaduan, sehingga kita memiliki banyak masukan di bidang apa saja yang terjadi pada kegiatan pungli. Namun kita harus konsekwen bila sudah ada pengaduan harus kita tindaklanjuti, sehingga kegiatan saber pungli ini benar-benar berjalan, tidak hanya berhenti ditingkat rapat ini saja," cetus Triono.Mengakhiri pemaparan, Pasi Intel Kodim 0201/BS Mayor Czi Andry Prasetyo Wibowo mengingatkan agar tim saber pungli mau menanamkan niat yang tulus dan ihklas dalam kegiatan ini.
"Sehingga bila nantinya terbentur anggaran yang sangat terbatas, kita sudah berbuat yang terbaik untuk menghilangkan kegiatan pungli yang ada di Kota Medan, khususnya di tingkat kecamatan dan polsek," tutur Andry. (art/drc)