Budaya Tak Benda

Tradisi Harmoni Agama, Budaya, dan Gotong Royong Desa Sambirejo Timur Terus Dilestarikan

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202607/_6489_Tradisi-Harmoni-Agama--Budaya--dan-Gotong-Royong-Desa-Sambirejo-Timur-Terus-Dilestarikan.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Kegiatan Syuroan, Bersih Desa, dan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Sambirejo Timur.
drberita.id -Rangkaian kegiatan Syuroan, Bersih Desa, dan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berlangsung meriah.

Kegiatan yang digelar sejak Minggu 28 hingga Senin 29 Juni 2026, dini hari itu dihadiri ribuan warga serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah.

Kepala Desa (Kades) Sambirejo Timur, M. Arifin mengatakan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar berkat semangat gotong royong masyarakat dan kerja sama panitia.

"Alhamdulillah, kegiatan Syuroan, Bersih Desa, dan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah tahun ini berjalan dengan baik. Ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan dan keguyuban masyarakat Desa Sambirejo Timur," kata Arifin kepada wartawan, Sabtu 4 Juli 2026.

Kegiatan diawali dengan zikir dan tabligh akbar yang dihadiri seluruh ibu perwiritan se-Desa Sambirejo Timur, warga sekitar Dusun III Melur, jajaran pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota DPRD Misdianto, Kepala KUA Kecamatan Percut Sei Tuan Misman, Tim Penggerak PKK Desa Sambirejo Timur, serta penceramah Ustaz Fauzi Wikanda.

Acara keagamaan tersebut turut diiringi Tim Hadroh Rumah Tahfidz Khoirul Hasanah. Setelah zikir dan tausiah yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan kenduri dan makan nasi ambengan bersama sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan warga.

Usai salat Zuhur, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Joko Santoso selama sekitar dua jam. Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa dengan penampilan grup musik pemuda desa yang berkolaborasi dengan pemuda dari desa sekitar.

Rangkaian acara malam dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Abdul Hamid, pertunjukan wayang orang bertema Gatotkaca, serta pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Ketenteraman yang berlangsung hingga pukul 03.20 WIB.

Arifin menyebut kegiatan yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Deli Serdang. Menurutnya, lebih dari 2.000 warga dari berbagai kalangan usia memadati lokasi acara.

Sejumlah tamu kehormatan turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Deli Serdang Yudi Hilmawan, Camat Percut Sei Tuan Muhammad Kennedy Tarigan, Danramil 13 Percut Sei Tuan Mayor Inf. JTB Sembiring, Babinsa, para kepala desa se-Kecamatan Percut Sei Tuan, perwakilan Pujakesuma, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Arifin menegaskan tradisi Syuroan yang telah berlangsung selama puluhan tahun merupakan warisan budaya yang terus dijaga masyarakat desa.

"Kegiatan ini memadukan nilai keagamaan, seni musik, wayang orang, dan wayang kulit yang terus kami lestarikan. Tradisi ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu dan kini memasuki pelaksanaan ke-47 karena sempat terhenti selama dua tahun saat pandemi," ungkap Arifin.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara bergiliran di setiap dusun dan tidak menggunakan anggaran dana desa. Seluruh biaya dan pelaksanaan acara didukung oleh partisipasi serta gotong royong masyarakat.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dan panitia menjadi kunci suksesnya pelaksanaan Syuroan dan Bersih Desa tahun ini, sekaligus memperkuat nilai persatuan dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.

"Tanpa menggunakan dana desa, kegiatan ini dapat terlaksana berkat semangat gotong royong warga. Inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Sambirejo Timur, karena mampu mempersatukan warga tanpa memandang suku maupun latar belakang," pungkas Arifin.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hiburan

Pemerhati Sosial Budaya: Kasihan Gubernur Sumut, Sudah Banyak Pengaduan ke Saya

Hiburan

Layang Layang Permainan Tradisional dari Cina

Hiburan

Anggota DPRD Dorong Walikota Medan Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong Pos Siskamling

Hiburan

Polemik Pidato JK: Itu Fakta Sosiologis Konflik, Bukan Penistaan Agama

Hiburan

Suka Duka Pedagang Pasar Tradisional Datok Kabu Pasar 3 Tembung di Atas Parit Penuh Sampah

Hiburan

Wong Chun Sen Dukung Pesta Budaya Batak 2025 di Kota Medan Untuk Perkuat Nilai Kebhinekaan