Pujon Kidul, Batu, Malang, Wisata Yang Menghasilkan Rp 1,3 Miliar per Tahun

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir122020/_8842_Pujon-Kidul--Batu--Malang--Wisata-Yang-Menghasilkan-Rp-1-3-Miliar-per-Tahun.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Yudha EL
Wisata sawah Pujon, Kidul, Malang, Jawa Timur.

drberita.id | Jika bicara jalan-jalan, pasti kamu belum pernah ke Pujon Kidul, Batu, Kabupaten Malang, kan? Penasaran,ya?

Pastinya, ya! Nah, kemarin, DRberita berkesempatan mengunjungi Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur. Kota dengan seratus wisata, ini memang benar-benar menakjubkan. Banyak hal yang bisa kamu lihat dan petik hikmahnya saat berwisata ke sana.

Baca juga :Paska Banjir, Warga Kampung Sejahtera Tanam Pohon di Bantaran Sungai Babura

Yuk, langsung saja kita cerita soal perjalanan ke wisata yang pendapatannya luar biasa ini.

Perjalanan DRberita dari Medan ke Surabaya memakan waktu 4.28 jam. Sebelumnya, kita bermalam di Surabaya, paginya, kita langsung ke Jombang, yang menelan waktu 1.5 jam. Menikmati sisa-sisa kejayaan sejarah di Kampung Majapahit.

Nah, setelah melepas penat, beberapa saat, kita langsung bergerak menuju Kota Batu, Malang. Sepanjang perjalanan menuju Pujon Kidul, kita dimanjakan dengan beberapa objek wisata yang saling berdekatan. Salah satunya Coban Rondo.

Beberapa saat kemudian, kita sampai di parkiran Wisata Sawah Pujon Kidul, langsung dimanjakan dengan pemandangan yang menyegarkan. Hawa nan sejuk, membuat kita semakin nyaman dan semangat untuk memgelilingi objek wisata ini.

Oya, Gess..! Mau tau, gak? Masya Allah bingit. Tiket masuk yang cuma sepuluh ribu rupiah plus bisa ditukar dengan buah hasil panem yang terletak di tenan sepanjang areal. Luar biasa kan?

Hitung-hitung, kita masuknya gratis, Gesss! Petualangan DRberita dimulai dari kebun Stroberi yang di atasnya ada tracking untuk wisatawan berpoto ria. Harga strobery sepaket murah sangat, loh. Cuma lima ribu perak! Gila bener.

Setelah puas ber-wefie ria. Kita lanjutkan menyambangi wisata sawah Pujon Kidul. Kita berkesempatan beramah-tamah dengan staff untuk mengorek keterangan asal-usul wisata yang sudah mendunia ini.

Areal yang digelar bukannya kecil, ada sekitar puluhan hektar. Ide pembuatan ini, bermula dari Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko. Sosok yang mengharumkan nama daerahnya untuk mendunia.

Bukan tanpa rintangan. Udi terus merangkul warga untuk bersama menyulap lahan sawah menjadi objek wisata. Yakinnya, Udi melihat potensi desa yang didukung dengan geografis alam dan budaya yang mampu dipadukan, membuatnya tak patah semngat.

Baca Juga :Longsor di PLTA Batangtoru, AMPI: Pemerintah Wajib Kaji Ulang Izin

Beberapa waktu kemudian, warga saling membantu untuk mewujudkan desa mereka menjadi panitan bagi desa lain di seluruh tanah air. Hasilnya? Jangan ditanya, bray...!

Pelan namun pasti, tangan dingin Udi berhasil membangun desa yang digawanginya. Tak hanya turis domestik. Manca negara juga berbondong datang untuk melihat sehebat apa keindahan wisata sawah ini.

Alhamdulillah, tidak sia-sia. Pendapatan Desa Pujon bertengger di angka 1,3 milyar per tahun. Warbyasaahh... Hebat, kan? Kaapan, ya. desa lain bisa seperti Pujon?

art/drb

Penulis
: Yudha EL
Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Hiburan

AHY: Tak ada sepak bola seharga nyawa manusia

Hiburan

Kasihan, 2 Abang Beradik Kedinginan Menahan Hujan di Samping Gedung DPRD Medan