drberita.id -
Permainan tradisional layang layang kini semakin memudar di tengah masyarakat.
Permainan tradisional ini bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk pendapatan uang.
Layang layang terbuat dari kerangka yang ditutupi kertas, kain, atau bahan ringan lainnya, dan diterbangkan ke udara menggunakan tali. Desainnya beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit.
Permaina layang layang sering kali diartikan dengan kegembiraan dan kebebasan. Belakangan ini permainan layang layang sering dijadikan perlombaan oleh pemerintah. Contoh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Kemarin, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengadakan festival layang layang yang berlangsung di Sirkuit Dinas Pemudaan dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara Jalan Williem Iskandar Medan. Diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pun berharap festival layang layang tersebut bisa dipusatkan di destinasi wisata unggulan, agar menjadi sarana promosi pariwisata daerah yang lebih luas.
Layang layang memiliki sejarah panjang dan kaya akan makna kehidupan, dan diperkirakan berasal dari Cina sekitar 3.000 tahun lalu. Awalnya, layang layang digunakan untuk keperluan militer, seperti mengukur jarak dan mengirim sinyal.
Kemudian, layang layang menyebar ke berbagai negara di Asia, termasuk Korea, Jepang, dan Indonesia. Di Indonesia, layang layang dikenal dengan berbagai nama, salah satunya layangan.
Bermain layang layang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat, seperti aktivitas fisik, melatih koordinasi, mengembangkan kreativitas, dan memberikan relaksasi pada diri.