Koperasi dan UKM

Revolusi Industri, Koperasi Bisa Juga Lirik Sektor Jasa Seperti Percetakan, Periklanan, Media

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202502/_5635_Revolusi-Industri--Koperasi-Bisa-Juga-Lirik-Sektor-Jasa-Seperti-Percetakan--Periklanan--Media.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara Naslindo Sirait.
drberita.id -Koperasi harus terus berinovasi dan berkolaborasi agar bisa tetap relevan dan bersaing di era revolusi industri 4.0.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara Naslindo Sirait dalam pelatihan fundamental koperasi yang digelar Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia di Aula PLUT, Gedung PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu 5 Februari 2025.

"Inovasi menjadi kunci utama bagi koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggotanya sekaligus meningkatkan daya saing," katanya.

Naslindo menjelaskan, koperasi harus mulai berani melakukan versifikasi produk dan layanan, serta mengembangkan layanan berbasis kebutuhan anggota. Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia juga penting dilakukan agar koperasi semakin profesional.

"Koperasi harus mengadopsi teknologi dalam operasionalnya. Misalnya, dengan menerapkan sistem manajemen berbasis teknologi serta solusi keuangan digital seperti fintech, P2P lending, hingga crowdfunding. Otomatisasi proses operasional akan membuat koperasi lebih efisien dan modern," bebernya.

Naslindo pun memperkenalkan model koperasi multipihak, yang diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No. 8 Tahun 2021. Model ini memungkinkan anggota dari berbagai latar belakang usaha bisa bergabung dalam satu koperasi, sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat dan beragam.

"Kolaborasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Dengan bekerja sama, koperasi bisa menciptakan situasi 'win-win' yang menguntungkan semua pihak," katanya.

Selain inovasi, Naslindo juga menekankan pentingnya penguatan ideologi koperasi dengan nilai nilai solidaritas, gotong royong, dan kesejahteraan bersama. Di era digital, koperasi harus lebih fokus pada kolaborasi, bukan persaingan yang saling menjatuhkan.

Contoh koperasi yang berhasil berinovasi dan menjalin kemitraan, seperti Kopontren Al-Ittifaq dan LPDB, yang telah menjadi model pengembangan koperasi modern. Yaitu koperasi yang mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, dipastikan akan berkembang pesat.

Kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam memajukan koperasi. Pengawas koperasi harus memastikan strategi, dan keuangan koperasi harus berjalan sesuai rencana. Sementara manajer bertanggung jawab atas operasional sehari-hari, termasuk pengelolaan produk, promosi, dan analisis keuangan.

"Kepemimpinan yang transformatif sangat dibutuhkan. Seorang pemimpin koperasi harus mampu mendorong perubahan dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota," jelasnya.

Koperasi juga harus melibatkan generasi muda untuk membawa energi dan inovasi baru. Pengurus koperasi harus profesional dan menjalankan prinsip tata kelola yang baik.

Selain strategi dan inovasi, Naslindo juga mengajak koperasi untuk melihat peluang usaha diberbagai sektor jasa, seperti percetakan, periklanan, jurnalistik, media, serta pelatihan dan sertifikasi. Usaha di sektor ini, menurutnya, bisa memberikan kontribusi besar bagi pengembangan koperasi.

"Jika koperasi ingin maju, maka perlu energi baru, cara baru, dan penyesuaian dengan perkembangan zaman," ungkap Naslindo.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

RAT Koperasi Pers Indonesia Simpulkan 2026 Jadi Tahun Akselerasi Bisnis dan Penguatan Anggota

Ekonomi

The Print Usul Bentuk 100 Asosiasi: 29 April Jadi Hari Investasi dan Industri Hilirisasi Nasional

Ekonomi

Koperasi Keluarga Pers Indonesia Dipercaya Jadi Mitra Distribusi Mesin Grain Dryer Pertanian dari Tiongkok

Ekonomi

Koperasi Desa Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga Lengkap dan Modern

Ekonomi

Kejati Sumut Pastikan Naik Kasus Dugaan Pembiayaan BSI ke Koperasi Karyawan Setuju PT. Asam Jawa

Ekonomi

Irsyad Muchtar: Koperasi di Medan Harus Bentuk Wadah Penyatuan Visi