BUMN

Prabowo Targetkan 800 BUMN Tutup di Akhir 2026

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202607/_4791_Prabowo-Targetkan-800-BUMN-Tutup-di-Akhir-2026.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Presiden Prabowo Subianto.
drberita.id -Presiden Prabowo Subianto memperkirakan BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Namun setelah menjabat Presiden dan mendapat laporan, ternyata jumlahnya mencapai 1.077 entitas.

Prabowo pun mengaku terkejut mengetahui jumlah BUMN sebenarnya jauh lebih banyak dari perkiraannya, termasuk jaringan anak perusahaan hingga cicit perusahaan.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat meresmikan pembangunan lima bendungan nasional di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

"Perkiraan saya dari dulu, BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberitahu, BUMN kita seribu, 1.077. Itu pun jangan jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi. Sembunyikan uang negara, sembunyikan uang rakyat. Ini kita tertibkan," tegasnya.

Menurut Prabowo, struktur perusahaan yang sangat kompleks itu selama ini dimanfaatkan untuk menyembunyikan pengelolaan keuangan negara yang tidak transparan. Sebagai bagian dari reformasi, pemerintah mulai menutup perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak sehat dan terus membebani keuangan negara.

Prabowo juga mengungkapkan, hingga pertengahan Juli 2026 pemerintah telah menutup sekitar 240 BUMN. Jumlah itu akan bertambah menjadi 250 perusahaan pada akhir Juli 2026.

Sementara, hingga 31 Desember 2026 pemerintah menargetkan total 800 BUMN yang tidak efisien dan terus merugi akan dibubarkan.

"Sampai akhir bulan Juli, sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini 250 BUMN kita tutup. Desember 31 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN, yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup," kata Prabowo.

Langkah efisiensi itu, lanjut Prabowo, telah menghasilkan penghematan yang signifikan. Pemerintah mengklaim berhasil memangkas biaya operasional, termasuk beban overhead dan gaji direksi, dengan nilai mencapai sekitar Rp70 triliun.

Selain merombak BUMN, Prabowo juga menegaskan komitmennya mempertahankan industri strategis nasional yang sebelumnya disebut sempat diarahkan untuk dijual kepada pihak asing.

Prabowo menyatakan pemerintah memilih membangkitkan perusahaan perusahaan strategis seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) agar menjadi kekuatan industri nasional.

"Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing, saya larang. Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI mau dijual, kita bangkitkan. Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan perusahaan itu," ujarnya.

Menurut Prabowo, hasil pembenahan mulai terlihat. PT PAL kini disebut mampu memproduksi kapal perang hingga kapal selam, sementara PT Pindad baru saja memperoleh kontrak dari Arab Saudi untuk memproduksi senapan, dan senapan mesin bagi kebutuhan militernya.

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal kapal perang yang hebat hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal kapal canggih. Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi, semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad," ungkapnya.

Prabowo juga menyebut proses pemulihan mulai dirasakan oleh PT Garuda Indonesia. Maskapai pelat merah yang selama bertahun-tahun mengalami kerugian itu, menurutnya, diproyeksikan mulai mencetak keuntungan dalam waktu dekat.

"Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi. Saudara-saudara, pelan-pelan kita perbaiki ini semua. Kita perbaiki semua kekurangan," katanya.

Di sektor penguatan ekonomi nasional, Prabowo turut menyoroti keberadaan Danantara sebagai sovereign wealth fund milik Indonesia. Ia menyebut pembentukan danatara tersebut menjadi tonggak baru dalam sejarah ekonomi nasional karena menghimpun kekuatan aset negara untuk mendukung pembangunan jangka panjang.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia juga, kita sekarang punya dana kedaulatan kita sendiri. Sovereign wealth fund yang namanya Danantara. Danantara sekarang sudah mungkin kelima terbesar di dunia. Dana ini adalah dana kekuatan ekonomi rakyat Indonesia. Kita jadikan satu," tutur Presiden.

Prabowo berharap reformasi BUMN, penguatan industri strategis, serta optimalisasi Danantara dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Resmikan 5 Bendungan Nasional di NTB

Ekonomi

Korban Terdampak Langsung Bencana Aceh Minta Prabowo Perbaiki Data Penerima Bantuan Jadup

Ekonomi

Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Ingatkan Polri Jaga Kepercayaan Publik

Ekonomi

Pesan Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Transformasi Polri Hadapi Tantangan Global

Ekonomi

Aktivis 98 di Sumut Pasang Badan Untuk Prabowo-Gibran, Sampaikan 8 Sikap Politik

Ekonomi

Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari 8 Negara Sahabat