drberita.id | Akibat tidak tegasnya Muspika Kecamatan Medan Area terhadap keluhan pengelola Asia Mega Mas yang mewakili seluruh penghuni atas keberadaan pedagang kaki 5 diduga dikoordinir salah satu ormas, maka pengelola Asia Mega Mas akan melakukan penertiban.
BACA JUGA:
Pedagang Jus Dapat Bantuan dari Pemprovsu Berkat Bantuan Kader Demokrat"Kami kecewa dengan kinerja aparat Muspika Medan Area yang tidak tanggap terhadap laporan kami secara lisan dan tulisan yang sudah layangkan, ada dugaan pembiaran terhadap keluhan kami selaku pengelola Komplek Asia Mega Mas," ungkap Wakil Ketua Pengelola Asia Mega Mas, Dedi Harvi Syahari dalam keterangan tertulis, Jumat 17 Desember 2021.
Kata Dedi, pihaknya meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Medan tidak lagi memperpanjang surat penugasan terhadap siapapun untuk mengelola perpakiran di Komplek Asia Mega Mas.
"Surat penugasan itu menyebabkan sarana dan prasarana di Komplek Asia Mega Mas yang seharusnya sebagai akses masyarakay dan penghuni dipenuhi pedagang. Lahan sarana prasarana tersebut disalahgunakan dan diperjualbelikan kepada pedagang kaki 5. Oknum ormas diduga tanpa seizin pengelola komplek mengelola hingga kondisi komplek kotor dan kumuh," kata Dedi.
Dedi pun datang ke Polrestabes Medan untuk menyampaikan surat permohonan pengamanan penertiban pedagang kaki 5. Menurutnya, keluhan mereka tidak mendapat respon dari Muspika Kecamatan Medan Area untuk menindaklanjuti penertiban pedagang kaki 5.
"Kami nyatakan ada dugaan pungli di Komplek Asia Mega Mas yang memanfaatkan lahan komplek tanpa izin yang dilakukan oleh ormas berbekal surat perintah tugas pengelolaan parkir," sebut Dedi.
BACA JUGA:
Asiknya Diskusi Hari Anti Korupsi di Kantor Ombudsman Sumut"Ini sudah tidak benar dan sudah berlangsung lama, yang kami duga ada pembiaran secara masiv oleh pihak Muspika Kecamatan Medan Area," sambungnya.
Pengelola Asia Mega Mas, kata Dedi, sudah melakukan langkah langkah koordinasi, surat menyurat kepada berbagai instansi pemerintahan dan pihak kepolisian, serta ke Walikota Medan Bobby Nasution. Namun sampai saat ini tidak mendapatkan tanggapan serius.