Ekonomi Rakyat

Masyarakat Sumatera Utara Deklarasi Gerakan Kaya Raya Bersama

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202511/_2602_Masyarakat-Sumatera-Utara-Deklarasi-Gerakan-Kaya-Raya-Bersama.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Deklarasi GKR-BRI di Sumut.
drberita.id -Lebih dari 150 orang tokoh masyarakat lintas agama, suku, dan profesi di Sumatera Utara, mendeklarasikan diri dalam Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia (GKR-BRI) di AOBI Cafe Teracce, Jalan Singgalang No.1, Medan, pada Senin, 10 November 2025.

GKR-BRI lahir atas keprihatinan kondisi kehidupan kebangsaan, terutama keprihatinan terhadap ketidakadilan dalam sektor ekonomi. GKR-BRI hadir untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bersama yang popular dengan tagline "Kaya Raya Bersama".

Terlihat dalam deklarasi GKR-BRI itu antara lain Syarifuddin Siba, Parlindungan Purba, Daudsyah Munthe, Harmen Ginting, Irwansyah Nasution, Datuq Adil Freddy Haberham, Budiman Nadapdap, Effendi Manulang.

Alaxander Gulo, Elvi Rahmita Ginting, Tenhku Laurina, Anto Genk, HA Nuar Erde, dan puluhan jurnalis.

Tampil menyampaikan orasi Dr. Yanhar Jamaluddin dengan judul "Transparansi Pengelolaan Keuangan Publik".

Selain itu ada juga Taufiqqurahman, Tengku Ismail, Tengku Muchairad, Ahmad Arief, Muazad Zein, Marah Husen Lubis, Mayzen Saftana, Edwin Ginting, Ustad Juliadi, Prof Basyarsah, Haris Fadhillah, dan Prof Shafwan Hadi Umri.

Tokoh Sahabat Segala Suku, Irwansyah Nasution memimpin deklarasi GKR-BRI, menyatakan Indonesia dianugerahi Allah SWT dengan kekayaan sumber daya alam yang seharusnya bisa mensejahterakan seluruh rakyatnya.

Tapi kenyataannya sudah 80 tahun merdeka, masih banyak rakyat Indonesia yang miskin dan tidak dapat menikmati kekayaan bumi pertiwi yang berlimpah ruah.

Menurut Irwansyah Nasution hal itu disebabkan tidak adilnya sistem perpolitikan dalam membagi manfaat dari sumber daya alam.

"Sejak Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, sistem perekonomian di Indonesia tidak menyebabkan seluruh rakyat Indonesia bisa menjadi kaya raya, sumber daya alam hanya dikuasai segelentir orang yang disebut oligarki. Sistem ini hanya menghasilkan kenyataan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin," ucapnya.

"Syukurlah secercah harapan muncul ketika tiba tiba ada sosok Prabowo Subianto dan Purbaya Yudhi Sadewa membawa isu perubahan sistem perekonomian Indonesia ke depan," sambung Irwansyah Nasution.

Seorang penggagas deklarasi GKR-BRI, Syarifuddin Siba juga menjelaskan kehadiran para tokoh masyarakat Sumut dalam deklarasi telah membangkitkan spirit baru bagi rakyat Indonesia untuk mencapai cita cita kemerdekan, yaitu masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Untuk mensejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat Indonesia, lanjut Siba, hanya bisa dicapai dengan optimalisasi penerimaan kekayaan alam Indonesia untuk dimanfaatkan secara sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

"Perlu adanya dukungan moral agar kebijakan kebijakan mensejahterakan rakyat itu dapat segera tercapai, dan atas dasar berpikir itulah kami mendeklarasikan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia ini," tegas Siba.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Mustahil Presiden Prabowo Tidak Faham Dampak Buruk Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS

Ekonomi

Dolar AS Perkasa di Indonesia, Prabowo Panggil Anak Buah ke Istana Negara

Ekonomi

LMP Sumatera Utara Terbitkan SK Baru Kabupaten Deliserdang: Bisa Timbulkan Polemik dan Cacat Administrasi

Ekonomi

The Print Dukung KSP Dudung Siapkan Dokumen Teknis Untuk Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo

Ekonomi

Tokoh Masyarakat Sumut Ruslan: Ahmad Daniel Chardin Layak Pimpin Sumatera Utara

Ekonomi

Pemekaran Provinsi Tapanuli di Sumut Tinggal Tunggu Waktu dari Presiden Prabowo dan Dukungan LBP