drberita.id -Lahan di sekitar Depo BBM Plumpang tak layak dijadikan permukiman. Banyak potensi bahayanya jika warga tetap tinggal di lokasi tersebut.
Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan saat konferensi pers di Mako Pushidrosal, Jakarta Utara, Senin 6 Maret 2023.
"Jadi begini ya. Kita harus jernih melihat ini. Melihat Plumpang ya, karena daerah kosong itu bukan tanah kosong," kata Luhut dikutip detik.com, Selasa 7 Maret 2023.
"Memang itu dari dulu sudah disiapkan, pernah diomongkan. Karena bisa saja pipa di sini bocor, terus belum ketahuan dan bisa saja gas terbang. Kalau ada api, di situ terbakar dan itu bisa saja terjadi itu sekarang. Jadi kita harus jernih. Saya kira pemerintah harus cari jalan keluar, tidak boleh membuat populasi di situ. Tidak boleh," sambungnya.
Luhut menilai warga di sekitar Depo BBM Plumpang harus dipindahkan. Dia mengatakan daerah kosong di sekitar Depo BBM Plumpang memang disiapkan untuk daerah penyangga atau buffer zone.
"Jangan dibalik-balik. Plumpang itu sudah dibuat di sana ada daerah kosong atau buffer zone. Jangan (depo) ini yang disuruh pindah. Orang yang tidak berhak di situ yang harus pindah," tegasnya.
Luhut juga mengatakan pemerintah bakal mengkaji kompensasi bagi warga sekitar yang menjadi korban terdampak kebakaran Depo BBM Plumpang. Dia menyatakan warga harus dipindahkan karena potensi bahaya bisa terjadi kapan saja.
"Jangan bolak-balik, kita jangan membuat berita itu. Karena nanti setiap waktu akan seperti itu. Oleh karena itu, memang harus dikaji, memberikan kompensasi atau bagaimana," ujar Luhut.
Kebakaran Depo BBM Plumpang terjadi pada Jumat 3 Maret 2023, malam. Ada ribuan warga menjadi korban, dan belasan orang tewas akibat kebakaran tersebut.