drberita.id -Laporan harta kekayaan
Komut Bank Sumut ke KPK yang minus ratusan juta rupiah menjadi sorotan. Kinerja
Bank Sumut pun menjadi taruhan akibat harta kekayaan komut dalam kondisi minus.
Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik Elfenda Ananda menilai laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Komisaris Utama (Komut) Bank Sumut Firsal Ferial Mityara perlu dibuka ke publik sebagai sikap transparansi.
"Harta kekayaan Komut Bank Sumut minus Rp.233 juta tentu saja menjadi pertanyaan bagi publik, hutangnya dalam bentuk apa? ini harus dijelaskan ke publik," ucap Elfenda, Kamis 30 Juli 2026.
Dikutip dari KPK pada Senin 27 Juli 2026, LHKPN Komut Bank Sumut Firsal Ferial Mityara minus Rp.233.750.163, dengan Sub Total Rp.5.620.061.217 dan hutang Rp.5.853.811.380.
Total harta kekayaan Komut Bank Sumut Firsal Ferial Mityara yang dilaporkan ke KPK yaitu: (Sub Total - Hutang) Rp.-233.750.163 (minus).
Menurut Elfenda, seorang pebisnis melakukan pinjaman atau hutang tentunya dengan nilai jaminan yang tidak melampaui nilai pinjaman. Jika nilai pinjaman melampaui nilai aset tentunya harus ada penjelasan dan alasan.
"Tentunya itu tidak sehat dari berbagai aspek pengembalian pinjaman, dan keamanan aset yang ada," cetusnya.
Terkait posisi Firsal Ferial Mityara sebagai Komut Bank Sumut, kata Elfenda, tentunya harta kekayaan yang dilaporkan ke KPK dengan status minus tersebut tentunya menjadi cerminan yang penting bagi Bank Sumut dalam hal transparansi yang harus diterapkan.
"Dalam hal minus Rp233 juta, tentunya Komut harus menjelaskan hutangnya itu hutang apa kepada publik. Kalau tidak dijelaskan akan berdampak pada penilaian negatif," tegasnya.
Elfenda Ananda pun memahami posisi Komut Firsal Ferial Mityara yang memegang peran penting di PT. Bank Sumut. Sebagai orang penting, tentunya akan mempengaruhi kinerja Bank Sumut ke depannya.
Selain jabatan Komut di Bank Sumut, Firsal Ferial Mityara alias Dida juga diketahui menjabat Ketua Kadin Sumut, dan Konsulat Belanda di Kota Medan.
Karir Dida terus melejit sejak dekat dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Dida juga diketahui berasal dari kalangan orang kaya yang terkenal di Kota Medan.