drberita.id | Produk Hand Sanitizer berbahan minyak Eucalyptus resmi diluncurkan. Produk itu dihasilkan atas kerjasama pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL) dengan Pusat Kajian Iptek Eucalyptus Universitas Sumatera Utara (USU), dan UKM Jurnalis Bina Mandiri sebagai distributor produk.
Peneliti Pusat Kajian Iptek Eucalyptus USU, Muhammad Taufik mengatakan, produk ini sangat alami dan sangat aman untuk digunakan. Sebab, seluruh bahannya diambil dari proses ekstraksi bahan baku yang alami. "Sangat aman untuk dipakai di tangan," ujarnya, Sabtu 10 Oktober 2020.
Taufik menjelaskan, penelitian mengenai minyak atsiri dari tanaman Pohon Eucalyptus ini sudah mereka lakukan cukup lama. Total terdapat sekitar 17 senyawa yang bermanfaat dalam tanaman tersebut. Salah satu yang sudah mereka manfaatkan yakni untuk pembuatan hand sanitizer yang diluncurkan. Salah satu kendala dalam memproduksi minyak ini, menurutnya hanya ketersediaan bahan baku yakni tanaman Pohon Eucalyptus.
Baca Juga :Demo UU Cipta Kerja: Polisi Halau Penjarahan di Plaza Medan Fair
“Jadi sebenarnya riset untuk Eucalyptus dari akar, batang, daun hingga gulma yang hidup di sekitar tanaman sedang dan akan kita produksi. Karena bahan baku yang kita butuhkan yakni Eucalyptol (1,8 cineole) yang merupakan senyawa aktif yang terdapat dalam daun eucalyptus selalu bisa disediakan PT Toba Pulp Lestari, karena tanaman ini merupakan sumber bahan baku utama produksi bubur kertas perusahaan tersebut," ujar Taufik.
[br]
Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Iptek Eucalyptus USU Prof. Zul Alfian, di tahap awal mereka mampu memproduksi 5 liter hand sanitizer dalam sepekan. Tapi nantinya setelah ijin edar dan ijin produksi serta hak paten dilengkapi, maka produktivitas akan ditingkatkan.
"Kalau sekarang, hand sanititizer ini kita produksi untuk kalangan internal dulu saja," kata Zul Alfian.
Manager Socap TPL Simon H. Sidabukke yang hadir dalam peluncuran hand sanitizer menyebutkan, sejauh ini pihaknya dan USU belum menentukan harga jual hand sanitizer yang keseluruhannya menggunakan bahan baku alami.
Baca Juga :Aktivis 98: Pemerintah dan DPR Gagal Memahami Suasana Kebatinan Rakyat
"Karena yang terpenting bagi kami sebenarnya, produk ini bisa membantu masyarakat mengantisipasi pandemi Covid-19. Jika nantinya memang terbukti bermanfaat, tidak ada salahnya kami menggandeng UKM Jurnalis Bina Mandiri untuk berperan sebagai bagian pemasaran," ujar Simon.
[br]
Sementara itu, pihak UKM Jurnalis Bina Mandiri sendiri sangat menyambut baik menjadi bagian dari kerjasama antara PT TPL dan Iptek USU tersebut.
Mewakili UKM Jurnalis Bina Mandiri, Jonris Purba mengatakan pihaknya akan menjembatani distribusi hand sanitizer ke tengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, sesuai dengan semangat dari UKM Jurnalis yang mengharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang baik mengenai manfaat dari tanaman Pohon Eucalyptus yang dimiliki PT. TPL, termasuk manfaat dari hand sanitizer terutama saat situasi pandemi covid 19 seperti sekarang ini.
Baca Juga :Demo TOL UU Cipta Kerja di Medan Terbilang Masih Kondusif
"Kami sangat yakin produk yang bermanfaat seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dan untuk hal yang baik dan bermanfaat, tentu kami juga harus berperan dalam memberikan edukasi dan manfaat dari hand sanitizer dari bahan baku pohon Eucalyptus kepada masyarakat," kata Jonris Purba.
[br]
Peluncuran hand sanitizer yang berlangsung singkat dan terbatas tersebut, diakhiri dengan penyerahan secara simbolis hand sanitizer dari Pusat Kajian Iptek Eucalyptus USU kepada pihak PT. TPL, yang diteruskan kepada perwakilan UKM Jurnalis Bina Mandiri untuk didistribusikan secara gratis kepada masyarakat. (art/drb)