drberita.id -Ketua Garuda Merah Putih Community (GMPC) Dedy Harvy Syahri menilai keberadaan BPI
Danantara sangat berpotensi menimbulkan resiko perekonomian nasional yang semakin tidak stabil.
"Yang jelas, program BPI Danantara ini semakin merumitkan birokrasi, sehingga mengurangi performa atau melemahkan BUMN dengan menambah panjangnya hirarki dari Danantara," ujar Dedy Harvy Syahri, Selasa 11Maret 2025.
Menurut Dedy, keberadaan Danantara sangat beresiko pada kebebasan berkreasi dari BUMN. Potensi negatifnya adalah ketika sisi birokrasi bisa semakin tidak efisiensi.
"Mungkin ini juga belum ada kajiannya baik dampak positif dan negatifnya terhadap keuangan negara dan perekonomian nasional," tegasnya.
Keberadaan Danantara, lanjut Dedy, terkesan sangat dipaksakan hanya untuk memuaskan hasrat para pejabat yang sampai saat ini belum menemukan formula dalam memperbaiki perekonomian nasional yang semakin stagnan.
"Hari inipun kepercayaan investor semakin minim untuk berinvestasi di Indonesia yang diakibatkan banyaknya kasus korupsi yang mendera BUMN, sehingga konsep Danantara dianggap masih mentah untuk dijalankan dalam jangka panjang," katanya.
Begitu pun dengan regulasi yang dibuat sebagai payung hukum Danantara juga masih mendapat tanggapan negatif dari kalangan masyarkat yang menilai banyak menabrak aturan.
"Kita tahu bahwa apabila penegakan hukum tidak dijadikan acuan, maka sangat memungkinkan kebijakan Danantara hanya untuk menutupi bobroknya sistem keuangan negara," jelasnya.