drberita.id -Kemajuan desa dari berbagai sektor saat ini terus dilakukan pengembangan dan inovasinya. Baik sektor pariwisata, ekonomi dan sistem pemerintahan desa terpadu.
Semua hal yang berkaitan dengan pembangunan desa sehingga berdampak signifikan untuk kepentingan bersama.
Namun, itu tak terjadi di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Terbukti dengan tidak berfungsinya gallery UKM yang sudah dibangun selama lebih kurang 3 tahun, dan terkesan terbengkalai.
Tidak ada kegiatan apa pun di tempat tersebut. Hanya bangunan yang terlihat mangkrak, tanpa ada pajangan hasil kreatifitas warga desa.
Anehnya, seolah-olah ini dibiarkan oleh Selamet, selaku Kepala Desa Tanjung Rejo. Padahal, bangunan UKM tersebut bisa diisi dengan hasil produksi yang dibuat oleh warga setempat.
Bukan sedikit. Ada beberapa produk yang sebenarnya bisa dipajang di gallery itu. Seperti olahan mangrove dan biota laut yang membantu perekonomian desa.
Anehnya lagi, ukuran bangunan gallery UMK itu tidak sesuai ukuran. Dalam perencanaannya, ukuran bangunan gallery ditetapkan 10x10 meter. Namun kenyataannya hanya berukuran 5x5 meter persegi.
Tentunya ini menimbulkan tanda tanya dari semua elemen masyarakat yang mengetahui prihal pembangunan gallery tersebut.
Dana yang dikeluarkan untuk pembangunan itupun menelan biaya sebesar Rp.119.024.000 untuk ukuran 10x10 meter. Dan seakan-akan itu sengaja dibiarkan terbengkalai.
Dalam kasus ini, pihak Dinas Pariwisata, Badan Pengawasan Daerah, dan penegak hukum hendaknya memanggil Kepala Desa Tanjung Rejo, Selamet untuk dimintai penjelasannya. (Yudha)