Ekspor Inpor

FIM Dorong Prabowo Perbaiki Tata Kelola Perdagangan Nasional

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202607/_6701_FIM-Dorong-Prabowo-Perbaiki-Tata-Kelola-Perdagangan-Nasional.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Prabowo GIbran.
drberita.id -Muhammad Sutisna, Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) sekaligus pengamat kebijakan publik, secara konsisten mendorong Presiden Prabowo Subianto memperbaiki tata kelola perdagangan nasional.

Sutisna menilai tantangan ekonomi global dan domestik menuntut adanya reformasi kebijakan dagang yang lebih adaptif, protektif terhadap industri lokal, dan berorientasi pada kedaulatan ekonomi.

Selain itu perlu adanya evaluasi tajam terhadap kinerja tata kelola perdagangan domestik dengan cara membangun mitigasi kebijakan yang tangguh dan responsif agar mesin ekonomi Indonesia mampu bergerak secepat pemulihan ekonomi dunia.

Untuk melakukan perubahan itu dibutuhkan figur potensial, kredibel dan kaya pengalaman dalam memimpin sektor perdagangan. Tentunya harus memiliki rekam jejak yang kuat dalam menggerakkan sektor riil.

"Kalo kami ditanya siapa sosok yang mampu merubah wajah perdagangan dan figur strategis di sektor itu, tentu yang memiliki pengalaman, Harvick Hasnul Qolbi. Pengalamannya saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga Plt Menteri Pertanian di era kabinet lalu, berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian sebesar 15 persen di Jawa Timur," ungkap Sutisna di Jakarta, Selasa (27/7/2026).

Sutisna memilai Harvick Hasnul Qolbi memiliki modal dan landasan sosial keagamaan yang kuat melalui keterlibatannya di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Bendahara PBNU, dan ICMI, untuk menjembatani kepentingan domestik dan global.

Harvick juga dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan di tengah gejolak perang tarif internasional yang kerap menekan harga komoditas utama Indonesia. Di samping itu, ia juga memiliki potensi besar untuk memperbaiki kebijakan ekspor impor dengan pendekatan protektif demi melindungi industri lokal.

"Karena pada saat yang sama, kebijakan perdagangan harus diarahkan untuk mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Jadi Harvick memang pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo khususnya dalam dunia perdagangan," tutup Sutisna.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Targetkan 800 BUMN Tutup di Akhir 2026

Ekonomi

Presiden Resmikan 5 Bendungan Nasional di NTB

Ekonomi

Korban Terdampak Langsung Bencana Aceh Minta Prabowo Perbaiki Data Penerima Bantuan Jadup

Ekonomi

Inkonsisten Minyakita Berujung Permintaan Reshuffle Menteri Perdagangan

Ekonomi

Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Ingatkan Polri Jaga Kepercayaan Publik

Ekonomi

Ombudsman RI: Tata Kelola Keselamatan Perlintasan Kereta Api Perlu Perbaikan