Mafia Sawit

Distribusi Minyakita Diprotes, PT INL Dikepung Massa GMKI dan KAMMI Sumut

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202605/_1895_Distribusi-Minyakita-Diprotes--PT-INL-Dikepung-Massa-GMKI-dan-KAMMI-Sumut.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Massa GMKI dan KAMMI Sumut di depan Kantor PT INL.
drberita.id -Kantor PT Industri Nabati Lestari (INL) di Jalan Iskandar Muda Medan, dikepung puluhan massa dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara, Senin 4 Mei 2026. Massa melakukan protes terhadap kelangkaan minyak goreng bersubsidi 'Minyakita' di tengah masyarakat.

Massa aksi Aliansi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara dari Korwil GMKI dan PW KAMMI Sumut datang membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar distribusi 'Minyakita' diprioritaskan untuk masyarakat lokal.

Massa mendesak pemerintah dan pihak perusahaan transparan menjelaskan alur distribusi minyak goreng tersebut yang makin tidak jelas.

Koordinator Wilayah GMKI Sumut Chrisye Sitorus menegaskan kondisi kelangkaan 'Minyakita' saat ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.

"Ini adalah bentuk ketidakadilan yang nyata. Sumatera Utara sebagai daerah penghasil sawit justru mengalami kelangkaan minyak goreng bersubsidi yang sangat dibutuhkan. Kami menduga ada ketimpangan distribusi yang harus segera diusut. Negara tidak boleh kalah dengan kepentingan pasar," tegasnya.

Chrisye pun menyoroti dugaan distribusi 'Minyakita' yang lebih banyak dialihkan ke luar daerah, khususnya ke Pulau Jawa. Sehingga masyarakat Sumatera Utara kesulitan mendapatkan minyak dengan harga sesuai HET.

Ketua PW KAMMI Sumut Irham Sadani Rambe juga mengatakan persoalan minyak goreng bersubsidi tidak hanya menyangkut distribusi, tetapi juga menyentuh aspek keberpihakan terhadap rakyat kecil.

"Kami melihat ada kegagalan dalam memastikan keadilan distribusi. Rakyat kecil yang paling terdampa, ibu rumah tangga, pedagang kecil, hingga buruh dipaksa membeli minyak dengan harga tinggi atau bahkan tidak mendapatkannya sama sekali. Ini tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

Irham juga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan distribusi oleh PT INL, serta meminta pemerintah turun tangan secara konkret.

"Kami menuntut agar distribusi 'Minyakita' diprioritaskan untuk Sumatera Utara. Jika perlu, hentikan sementara pengiriman ke luar daerah sampai kebutuhan lokal terpenuhi. Kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan praktik mafia dalam distribusi minyak goreng," tambahnya.

Dalam aksi tersebut, massa Aliansi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara juga menyampaikan tuntutan tegas kepada pemerintah untuk tidak tinggal diam, termasuk melakukan intervensi pasar dan menjamin stabilitas harga bahan pokok.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan secara tertib. Namun, aliansi mahasiswa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal dan siap kembali turun ke jalan apabila tuntutan mereka tidak direspons secara serius oleh pihak terkait.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

100 Anak Ikuti Khitan Massal Bank Sumut dari Zakat Pegawai

Ekonomi

Dirut Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Jumri: Untuk Kesejahteraan Masyarakat Labuhanbatu

Ekonomi

Pemkab Deli Serdang Sambut Baik Inovasi QResto Bank Sumut

Ekonomi

Bank Sumut Luncurkan Pembayaran Digital QResto Pajak Daerah Pemkab Deli Serdang

Ekonomi

Ratusan Massa GNI Sumut Ancam Bubarkan Rakernas APEKSI 2026 di Kota Medan

Ekonomi

Gen Z Sumut Kritisi Pimpinan DPRD Sumut yang Kabarnya Jadi Makelar Proyek dan Jabatan di Pemko Medan