drberita.id -Direktur Utama (Dirut) PT.
Bank Sumut Babay Parid Wazdi strategi leadership adalah kemampuan pemimpin untuk memimpin dan membuat keputusan yang berdampak jangka panjang bagi organisasi dan memahami situasi saat ini, serta mampu memetakan arah yang tepat untuk masa depan.
Hal itu disampaikan Babay dalam kuliah umum 'Strategi Leadership dalam Transformasi Digital' kepada Mahasiswa Magister Manajemen USU, di ruang auditorium, Selasa 25 Juni 2024.
"Calon pemimpin itu harus punya gagasan, punya kemampuan komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan punya integritas. Untuk bisa memperoleh banyak ide/gagasan, maka calon pemimpin tentunya harus perbanyak referensi melalui membaca buku," ucapnya.
Menurut Babay, ada 4 karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam mengelola sebuah organisasi atau perusahaan.
Pertama, memiliki visi yang jelas dan berpikir strategis. Kedua, memiliki ketrampilan komunikasi yang efektif, ketiga, kemampuan memimpin perubahan, dan keempat adalah kemampuan memotivasi tim.
"Bahkan dalam diri seorang pemimpin ada kategori pemimpin sukses, ada juga kategori pemimpin efektif. Dimanakah posisi anda saat ini?," ungkapnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Pemimpin yang ideal, kata Babay, adalah kombinasi antara pemimpin sukses dan pemimpin yang efektif. Karakter ini akan membuat laju organisasi atau perusahaan berkembang pesat dalam tim work yang sehat.
Seorang pemimpin yang sukses memiliki prestasi pribadi yang telah diakui karena keberhasilannya dalam mencapai tujuan yang spesifik, memiliki reputasi yang diakui secara eksternal.
Sementara pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang fokus pada pengembangan dan prestasi tim. Setiap orang pasti memiliki kesempatan untuk berkembang, menciptakan lingkungan kerja sehat dan saling mendukung, berkomitmen pada fisi jangka panjang dan berkelanjutan dan mengutamakan kerja sama dan komunikasi terbuka dan partisipasi dalam tim saat mengambil keputusan.
Dijelaskannya formula pemimpin sukes dan efektif itu dalam melaksanakan jabatannya layaknya menjaga iman untuk menjadi seseorang yang bisa dipercaya, amanah.
Konsep C+I+H-SI. "Formulanya sama dengan C (kompetensi) + I (integritas) + H (Hubungan) - SI (Self interest)," katanya.
Diungkapkan Babay, nilai leadership yang sempurna itu telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam Haji Wada' yang bersifat universal dalam kehidupan. Mencakup kesetaraan sosial, kesetaraan gender, dan kesejahteraan sosial.
"Nabi Muhammad telah mewarisi dua hal itu kepada umatNya yang merupakan role model yaitu Alquran dan Assunnah yang harus dimaknai, dipahami dan dilaksanakan oleh umatNya," imbuhnya.
Bahkan pemahaman makna dalam kitab suci itu digagas Soekarno dalam bernegara yaitu Pancasila. Juga gagasan Hoegeng dalam melaksanakan fungsi kepolisian, yaitu Tribata dan gagasan Bung Hatta yang terkenal dengan ekonomi kerakyatan.
Babay juga menjabarkan bagaimana transformasi digital kini telah membawa perubahan hidup yang cukup signifikan dalam pekerjaan. Bencana Covid19 mempercepat akselarasi adopsi digital, dan hal ini juga dialami pada Bank Sumut.
Dalam kuliah umum tersebut Babay mengharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi kepada para mahasiswa Magister Manajemen USU tentang strategi kepemimpinan di era digital yang tetap menerapkan etika dan strategi berkelanjutan untuk mencapai karier dan masa depan mereka.