drberita.id -Belakangan ini Sufmi
Dasco Ahmad sedang berada di mana-mana. IHSG anjlok,
Dasco muncul. Hotel Sultan dikosongkan,
Dasco datang. Mahasiswa demo panas,
Dasco nongol. Sekarang ancaman
PHK massal muncul,
Dasco kembali turun gunung.
Secara resmi beliau memang Wakil Ketua DPR RI. Namun melihat frekuensi kemunculannya, kadang muncul pertanyaan liar, jangan-jangan Indonesia sudah menganut sistem parlementer tanpa pemberitahuan?
Kali ini Dasco mendapat laporan dari Andi Gani Nena Wea mengenai ancaman besar di industri keramik. Dua pabrik raksasa di Bekasi, Milan Keramik dan Mulia Keramik, terancam berhenti beroperasi akibat harga gas industri yang melonjak dari USD 6 menjadi USD 23 per MMBTU. Kenaikannya bukan lagi pakai tangga, melainkan pakai roket.
Dampaknya tidak main-main. Sekitar 55 ribu pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan dalam waktu 7 sampai 10 hari ke depan. Angka itu cukup untuk memenuhi satu stadion besar. Kalau benar terjadi, Bekasi bisa mendadak menjadi ibu kota baru Klub Pengangguran Nasional.
Mendengar laporan tersebut, Dasco langsung bergerak. Ia berjanji akan menelepon Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, bertemu Satuan Tugas Mitigasi PHK, dan berdiskusi dengan serikat pekerja. Jadwalnya padat. Dari telepon ke rapat, dari rapat ke koordinasi, dari koordinasi ke pertemuan. Sebuah petualangan birokrasi yang panjang dan penuh harapan.
Namun drama PHK tidak hanya terjadi di Bekasi. Di Jawa Timur, dua pabrik komponen otomotif Jepang di Pasuruan dan Mojokerto sedang mempertimbangkan relokasi ke Vietnam. Negeri tetangga itu kini seperti magnet investasi. Ketika Indonesia sibuk rapat, Vietnam sibuk menerima pabrik. Ketika Indonesia membuat satgas, Vietnam membuat lapangan kerja.
Salah satu perusahaan tersebut memiliki sekitar 7.000 pekerja, dan sekitar 4.000 di antaranya terancam kehilangan pekerjaan jika relokasi benar-benar terjadi. Said Iqbal sudah turun ke lapangan, tetapi hasil akhirnya masih menjadi misteri yang membuat para pekerja harap-harap cemas.
Data nasional juga menunjukkan situasi kurang menggembirakan. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 23.470 pekerja yang terkena PHK. Januari 5.730 orang, Februari 7.443 orang, Maret 5.729 orang, April 3.739 orang, dan Mei 829 orang. Jawa Barat kembali menjadi daerah dengan jumlah korban PHK yang tinggi. Itu pun belum termasuk pekerja yang tidak tercatat dalam statistik resmi.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran Indonesia per Februari 2026 mencapai 7,24 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka 4,68 persen. Angka itu terlihat kecil di laporan. Namun 7,24 juta orang adalah jumlah yang cukup untuk membentuk sebuah kota besar yang seluruh penduduknya sedang menunggu panggilan kerja sambil menatap layar ponsel.
Pabrik keramik terancam tutup. Industri otomotif mulai melirik Vietnam. Biaya energi tinggi. Dunia usaha megap-megap. Namun rakyat masih punya harapan karena Dasco sedang bergerak. Hari ini telepon, besok rapat, lusa koordinasi. Semoga kali ini hasilnya lebih cepat datang daripada undangan rapat berikutnya.
Sebab jika 55 ribu pekerja di Bekasi benar-benar terkena PHK, ditambah ribuan pekerja di Jawa Timur, lalu bergabung dengan 23.470 korban PHK yang sudah tercatat tahun ini, maka angka 7,24 juta pengangguran mungkin baru bab pembuka. Untuk sementara, rakyat hanya bisa menyaksikan episode terbaru serial nasional, Dasco vs PHK Massal. Semoga ending-nya bukan sekadar rapat jilid berikutnya.
Oleh: Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar