Dana Pihak Ketiga Naik, Pertumbuhan Ekonomi Nasional Minus 1 Persen

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir032021/_3708_Dana-Pihak-Ketiga-Naik--Pertumbuhan-Ekonomi-Nasional-Minus-1-Persen.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Muhammad Artam
Pedagang seni pahat di Kota Tua, Jakarta.

drberita.id | Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2021 diproyeksikan minus satu persen. Sebab dana pihak ketiga semakin naik.

"Dilihat dari kinerja ekspor impor, perkembangan daya beli masyarakat, inflasi, belanja pemerintah, kami melihat kuartal pertama pertumbuhan ekonomi sekitar minus satu persen," kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad dilansir Antara, Senin 29 Maret 2021.

BACA JUGA :Kominfo "Patroli Siber" Bom Bunuh Diri Depan Gereja Katedral

Tauhid mengatakan faktor lain yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tak terlalu signifikan pada awal tahun ini tercermin dari kredit perbankan masih mengalami kontraksi minus 2,15 (yoy).

Sedangkan dana pihak ketiga semakin naik 10,11 persen (yoy) pada Februari 2021.

[br]

"Ini mencerminkan bahwa dengan kredit yang terkontraksi, dana pihak ketiga yang bertambah, dorongan dari dunia usaha, perbankan, dan masyarakat untuk menggerakkan perekonomian lebih rendah," sambungnya.

Faktor lain yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi masih minus, menurut Institute for Development of Econimc and Finance (Indef), inflasi pada Februari yang masih di bawah keadaan normal yakni sebesar 1,38 persen.

BACA JUGA :Sempat Tak Optimis, Camat Hamparan Perak Akui Salut Dengan Sentra Ternak DDW

"Normal kita kan 2,5 sampai 3 persen. Jadi kalau dibandingkan dengan kuartal pertama 2020 yang masih separuhnya tidak covid, saya kira (pertumbuhan ekonomi) masih negatif," ujar Tauhid.

Ia juga menyebutkan program vaksinasi Covid-19 belum berdampak signifikan untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk berbelanja karena jumlah masyarakat yang telah di vaksin masih relatif kecil dibandingkan target pemerintah.

[br]

Begitu juga dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang dinilainya cukup berpengaruh kepada minat belanja masyarakat.

"Sekarang itu di tempat perbelanjaan, faktor belanja masih minus 20 persen dari batas normal yaitu 0 persen. Hanya di lingkungan tempat tinggal yang masih positif karena kita bergerak di situ," katanya.

BACA JUGA :Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar 2 Orang, Laki-laki dan Perempuan

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2021 masih akan mengalami kontraksi pada kisaran minus 1 persen hingga minus 0,1 persen.

Meski demikian, Mulyani menyatakan untuk keseluruhan tahun, Kementerian Keuangan tetap optimistis ekonomi Indonesia akan berada di level 4,5 persen sampai 5,3 persen.

Editor
: admin
Sumber
: Antara

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Jokowi di Munas V APKASI Ingatkan Vaksinasi Hingga Pemulihan Ekonomi Nasional

Ekonomi

Presiden Jokowi Bubarkan 18 Tim Kerja, Badan dan Komite

Ekonomi

DAU Ditunda, Elfanda: Pemprovsu harus segera menyelesaikan