drberita.id | PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau Bank Sumut mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dengan siatem pelaksanaan elektronifikasi transaksi Pemda, sekaligus pembayaran berbasis online dan digital.
Corporate Secretary PT. Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar menjelaskan Bank Sumut telah meningkatkan digitalisasi layanan terutama dalam penerimaan pajak pemerintah untuk optimalisasi pendapatan daerah.
BACA JUGA :KPK Geledah Kantor PT. GMP 8 Jam
"Saat ini seluruh pembayaran pajak-pajak daerah seperti PBB, BPHTB, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak hotel dan restaurant, dan berbagai retribusi seperti pembayaran KIR telah dapat dibayarkan tidak hanya melalui unit kantor Bank Sumut tapi juga telah dapat dilakukan melalui saluran e-channel seperti atm dan mobile banking (sumut mobile) Bank Sumut" kata Syahdan.
"Dengan demikian masyarakat kini semakin mudah untuk membayar pajak dan tentunya diharapkan penerimaan pajak pemerintah akan semakin meningkat," sambungnya.
[br]
Selain melalui unit kantor atau saluran e-channel, lanjut Syahdan, Bank Sumut juga menyediakan drive thru untuk pembayaran samsat sebagai bentuk pelayanan kepada warga masyarakat khususnya di Kota Medan yang ingin membayar pajak kendaraan tanpa harus turun dari kendaraan.
"Samsat drive thru Bank Sumut beroperasi dari Senin s/d Sabtu, sehingga masyarakat dapat memiliki waktu yang lebih flexible untuk membayar pajak," kata Syahdan.
BACA JUGA :Bank Sumut dan PT. Taspen Luncurkan Kartu ATM Pensiunan ASN
Tidak hanya itu, pembayaran pajak daerah juga dapat dilakukan melalui modern chanel seperti gopay dan gerai ritel seperti Indomaret yang tentunya telah bekerjasama dengan Bank Sumut.
Lanjut Syahdan menyampaikan, dalam hal optimalisasi penerimaan PAD, Bank Sumut juga mendukung berbagai langkah-langkah Pemda salam meningkatkan pendapatan. Di antaranya penyediaan alat perekam data transaksi atau tapping box yang dipasang diberbagai tempat seperti hotel dan restaurant.
[br]
"Sehingga penerimaan pajak akan lebih mudah dan transparan meminimalisir potensi hilangnya PAD," tandaa Syahdan.
Sementara itu, Pemimpin Divisi Dana & Jasa Bank Sumut Budi Anshari Nasution menjelaskan dengan lengkapnya layanan berbasis digital bagi transaksi Pemda, ke depannya kolaborasi semua stakeholder dan masayarakat harus tetap dikembangkan dan dikampanyekan dengan berbagai program literasi, promosi, dan pemasaran bersama.
BACA JUGA :KPK Fasilitasi Kejati Sulteng Tangkap DPO Christian Andi Pelang
Sehingga ekosistem transaksi digital dapat tercipta dan pada akhirnya mampu menciptakan kawasan ekonomi digital yang mempunyai keunggulan ekonomis pada penggunanya.
"Ini sebagai perwujudan komitmen Bank Sumut dalam mendukung program nasional cashless society dan percepatan akses keuangan daerah di masayarakat," ujar Budi.