BUMD Sumut

Bank Sumut Bukukan Laba Rp. 741 Miliar dan Aset Rp. 45,4 Triliun

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202502/_5002_Bank-Sumut-Bukukan-Laba-Rp--741-Miliar-dan-Aset-Rp--45-4-Triliun.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Direksi PT. Bank Sumut.
drberita.id -Bank Sumut sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sumatera Utara terus menunjukan kemampuannya bertumbuh kembang di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Bank Sumut melakukan pembukuan kinerja dengan pertumbuhan positif hingga Desember 2024.

Bank Sumut membukukan total aset sebesar Rp. 45,4 triliun, meningkat 2,38persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 44,4 triliun. Dan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2024

mengalami pertumbuhan 2,61 persen menjadi Rp. 35,9 triliun dari Rp. 35 triliun di tahun 2023.

Peningkatan perolehan DPK tahun 2024 ini dipicu oleh tabungan yang tumbuh sebesar 3,08 persen dan deposito sebesar 10,58 persen. Peningkatan tabungan didorong oleh layanan digital mobile banking, program literasi keuangan seperti institusi pendidikan dan beberapa komunitas, serta inklusi keuangan berupa pembukaan lima jaringan unit kantor baru selama tahun

2024.

Selain itu juga terdapat layanan Sumut Link yang diharapkan menjadi pilar utama layanan perbankan digital untuk menjangkau seluruh wilayah Sumatera Utara. Sehingga Bank Sumut hadir

sebagai agen pembangunan daerah.

Dari aspek intermediasi, total kredit/pembiayaan tahun 2024 meningkat menjadi Rp. 31,9 triliun atau tumbuh 9,00 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 29,4 triliun yang didukung dengan kualitas aset terus membaik dari tahun ke tahun.

Rasio Non Performing Loan (NPL) pun tercatat sebesar 2,19 persen atau mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,38persen.

"Bank Sumut juga mendukung segmen UMKM khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total KUR yang disalurkan sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini mencapai Rp. 6,6 triliun," ungkap Direktur Utama PT. Bank Sumut Babay Parid Wazdi, Jumat 7 Februari 2025.

Sejalan dengan itu, lanjut Babay, perolehan laba bersih berhasil dibukukan sebesar Rp. 741 miliar. Hal ini tidak lepas dari pengelolaan pendanaan secara optimal baik yang berasal dari dana pihak ketiga maupun sumberpendanaan lainnya di tengah kondisi suku bunga pasar yang relatif tinggi.

Demikian halnya denganpencapaian rasio rasio keuangan penting juga dijaga sesuai dengan aturan regulator maupun benchmarkindustri perbankan.

Pada periode yang sama Bank Sumut juga telah berhasil menunjukan pertumbuhan pada Unit Usaha Syariah (UUS). Hal ini ditunjukan dengan pertumbuhan aset sebesar 19,39 persen menjadi Rp. 4,7 triliun di tahun 2024 dari Rp. 3,9 triliun pada tahun 2023.

DPK yang dikelola UUS Bank Sumut juga menunjukan peningkatan 10 persen dari Rp. 2,7 triliun di 2023 menjadi Rp. 3 triliun tahun 2024.

Demikian juga realisasi pembiayaan UUS Bank Sumut meningkat dari Rp. 2,6 triliun pada 2023 menjadi Rp. 2,9 triliun di tahun 2024 atau tumbuh sebesar 9,66 persen dari tahun sebelumnya.

Dari sisi laba, UUS Bank Sumut juga terus menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Dimana pada Desember 2024, perolehan laba mencapai Rp. 96,3 miliar atau tumbuh 88,27 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 46,6 miliar. Pertumbuhan laba tahun 02024 menjadi pertumbuhan tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Untuk meningkatkan layanan syariah, Bank Sumut telah menerapkan strategi Dual Banking Leverage Model (DBLM) di seluruh unit kantor konvesional. Nasabah yang menginginkan layanan syariah dapatjuga mengunjungi unit konvensional.

"Hal ini sebagai langkah penetrasi pasar syariah menjadi lebih luas dan sekaligus dapat meningkatkan aset Bank Sumut secara konsolidasi," tambah Babay Parid Wazdi.

Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan market share ke depan, Bank Sumutfokus pada lima sektor prioritas yaitu pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan desa. Sehingga dapat menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian daerah di Sumatera Utara.

Di samping itu, transformasi digital juga terus dijalankan seiring dengan tuntutan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Bank Sumut sedang bersiap untuk meluncurkan mobile banking apps yang lebih modern dan juga memiliki rencana mengembangkan berbagai solusi teknologi yang akan

meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Masyarakat Kota Binjai Sudah Bisa Bayar Tagihan Air Melalui Ponsel

Ekonomi

HIMMAH Minta BPKAD Langkat Terbuka ke Publik Soal Pengelolaan Aset

Ekonomi

Setelah Eksir Mundur, Pemprovsu Buka Pendaftaran Calon Direksi Bank Sumut, 3 Jabatan Direktur Kosong

Ekonomi

Direktur Kepatuhan Bank Sumut Eksir Mundur

Ekonomi

Manasik Haji Akbar, Dahnil Simanjuntak: Unit Usaha Syariah Bank Sumut Tunjukan Kemajuan

Ekonomi

RUPS: Bank Sumut Masih Kurang Rp. 800 Miliar Untuk Target Regulator Menuju Modal Inti 2029