drberita.id -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Bahlil Lahadalia melihat dunia usaha migas nasional sedang tidak dalam kondisi stabil akibat geopolitik internasional yang terus berkembang tanpa ada kejelasan yang pasti.
Bahlil Lahadalia pun mengingatkan para pengusaha migas nasional untuk tetap waspada menghadapi ketidakpastian global tersebut.
Hal itu disampaikan Bahlil saat acara The 50th IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu 20 Mei 2026.
Dalam forum yang dihadiri pelaku industri minyak dan gas, Bahlil menyoroti kondisi global yang semakin sulit diprediksi. Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, termasuk konflik di Timur Tengah telah mempengaruhi stabilitas ekonomi dan energi internasional.
"Situasi dunia saat ini penuh ketidakpastian. Dampaknya bukan hanya dirasakan negara yang sedang berkonflik, tetapi juga hampir seluruh negara, termasuk Indonesia," kata Bahlil.
Meski di hadapkan pada tekanan global, kata Bahlil, kondisi ekonomi nasional masih berada di jalur yang cukup kuat dan stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dikuartal pertama 2026 tetap menunjukan performa positif dengan tingkat inflasi yang masih terkendali.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa ekonomi nasional masih mampu bertahan di tengah gejolak global pasar energi dan perdagangan internasional.
Bahlil menegaskan, sektor energi, khususnya hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia di tengah tantangan geopolitik dunia.
"Kontribusi sektor energi, terutama hulu migas, sangat penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap bergerak positif," tandasnya.
Bahlil juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat investasi, menjaga keberlanjutan produksi energi, serta mempercepat pengembangan proyek proyek strategis nasional di sektor migas.
"Situasi global yang tidak menentu justru harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri" tutupnya.
Penyelenggaraan IPA Convex 2026 tersebut menjadi momentum pertemuan para pemangku kepentingan sektor energi nasional dan internasional dalam membahas peluang investasi, ketahanan energi, hingga strategi menghadapi transisi energi di tengah dinamika global yang terus berubah.