drberita.id -Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut persoalan
PHK bukan hanya dipicu oleh tekanan pasar global, tetapi juga oleh faktor keamanan di kawasan industri.
Sanny menyoroti masih maraknya praktik premanisme yang mengganggu aktivitas produksi.
"Ini sangat mengganggu sekali, dan ini nggak bisa lepas dari masalah yang terkait dengan penyerapan tenaga kerja, dimana penyerapan itu tidak terjadi atau bahkan justru malah berujung PHK," kata Sanny dikutip cncbindonesia, Selasa 29 Juli 2025.
Sanny menyebut kawasan seperti Tangerang, Bekasi, Karawang, Subang, dan Kepulauan Riau, sebagai titik titik rawan yang kerap menghadapi gangguan keamanan.
Hal ini bukan hanya merugikan pelaku usaha secara langsung, tetapi juga berimbas pada kepercayaan investor.
"Kerugian itu bukan terjadi dari segi angka yang dialami oleh para pelaku usaha, namun juga kerugian yang dialami negara adalah terhambatnya potensi investasi yang sebetulnya akan masuk, namun karena situasi yang ada di dalam negeri seperti itu tidak jadi masuk," tambahnya.
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan terkonfirmasi lonjakan PHK. Sepanjang kuartal I-2025, tercatat ada 42.385 pekerja yang terkena PHK, naik 32,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Provinsi Jawa Tengah memimpin dengan 10.995 kasus, disusul Jawa Barat (9.494) dan Banten (4.267).