drberita.id -
Kopi merupakan komoditi dan kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia. Namun buah yang dijuluki "mutiara hitam" oleh dunia ini, tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Sofiadi (61) sosok yang digelar Abuchick, di kediamannya Jalan Asoka Medan, Senin 30 Oktober 2023, intens mendalami pengelolaan kopi. Berangkat dari pengalamannya, putra Aceh asal Pidie ini, melangkahkan dirinya untuk meracik kopi, sehingga tidak terlepas dari ciri khas sebagai "mutiara hitam".
Tidak saja meracik, pembina sekaligus pendiri dan deklarator Club Mercy W124 Medan Chapter ini memiliki pengalaman bengkel mobil dan mampu mendsaign mesin (engginer). Sehingga saat mengelola kopi, harus bener bener tidak jauh dari aromanya sebagai "mutiara hitam".
"Ini semua berdasarkan pengalaman, termasuk soal perbengkelan. Namun hari ini saya lebih fokus menjaga cucu sekaligus membuka usaha kopi," Kata Kakek Ohara dan Ghania ini.
Artinya, kata Putra Garut Aceh Pidie ini, dengan kondisi usia yang sudah lanjut, dirinya kembali pada masa lalu dengan membangun usaha produk kopi termasuk gongseng kopi (roasting), mulai dari grendbeen menjadi grendbeet hingga bubuk jenis 3 tipe.
Dengan Izin Usaha Rumah Tangga (IURT), Sofiadi membuat produk bubuk kopi premium merek "Abuchick" original dengan harga terjangkau.
Bagi Sofiadi, kopi merupakan kekayaan alam Indonesia. Sirinya terpanggil untuk menggali dan mengelola kopi agar masyarakat benar benar menikmati "mutiara hitam" yang digemari masyarakat dunia.
Disinggung peralihan usahanya, Ia mengaku sikap beralih usaha mengelola kopi didasarkan pada prinsif "endatu", yaitu bahasa Aceh yang diartikan Nenek Moyang yang sudah mengkonsumsi kopi.
Disamping itu juga, jelas Sofiadi, dirinya berfikir ke depan. Bangsa Eropa bahkan dunia melakukan ekspansinya ke Indinesia, selain mencari rempah, mereka juga mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan buah kopi.
Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan seluruh wilayah menghasilkan buah kopi. Masing masing daerah memiliki ciri khas kopi yang sangat digandrungi dunia.
"Dari pengalan itu, kenapa tidak bangsa kita sendiri saja yang mengelolanya dengan baik? kita lihat sekarang, banyak berkembang cafe cafe yang menjual kopi dengan ciri khas masing masing daerah," jelas Abuchick.